Forum ini fokus pada peningkatan kerja sama ekonomi antara negara. Kegiatan yang diadakan dari 3-5 september 2015 dibuka langsung oleh Presiden Russia, Vladimir Putin.
Pertemuan internasional ini pun disambut baik oleh negara-negara di Asia Pasifik, terlihat dari membludaknya tamu undangan dari berbagai stakeholder yang mencapai lebih dari 10.000 undangan. Awalnya hanya diprediksi sebanyak 2.000-3.000 undangan ikut berpartisipasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak ketinggalan, Indonesia juga berpartisipasi dalam forum kali dengan mengutus Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) untuk Federasi Rusia Merangkap Federasi Belarus, Djauhari Oratmangun.
Selain itu hadir pula tamu dari Indonesia lainnya, seperti Atase perdagangan, Konsul Kehormatan, Medco Group, Pertamina dan beberapa pengusaha serta media lainnya.
Kebijakan Russia saat ini pembangunan dan kerja sama ekonomi dengan negara Asia Pasifik atau negara yang terletak di Timur. Dalam pertemuan ini, Russia akan memperlihatkan 250 buah proyek dengan jumlah investasi sebesar 4,7 triliun rubel.
Rencananya akan ada 72 perjanjian dan memorandum termasuk 20 kontrak di bidang energi tenaga listrik dan 10 kontrak di bidang industri pertanian disepakati dalam forum yang berlangsung selama 3 hari tersebut.
"Di forum ini saya akan mempresentasikan tentang potensi hubungan bilateral Indonesia Russia yang selama ini terjalin. Vladivostok merupakan kota strategis dan paling dekat dengan Indonesia, sehingga ke depan kami (Pemerintah Indonesia) akan membuat Indonesian House, sebuah pondasi yang dikukuhkan untuk mengundang para investor Russia mengenal produk-produk Indonesia," kata Djauhari dalam siaran pers, Senin (7/9/2015).
Ia berharap, kekuatan investasi yang akan dibangun Russia dengan negara di kawasan Asia Pasifik dapat menjadi kekuatan baru dalam rangka memperbaiki ekonomi global saat ini dan di masa yang akan datang.
Forum ini akan dibagi menjadi dua seksi, yaitu business dan culture program, yang di dalamnya akan mengulas masalah, potensi dan solusi yang dapat dilakukan dalam rangka memperluas dan meningkatkan sektor ekonomi makro negara di kawasan timur.
Kedatangan para pengusaha Indonesia dalam forum ini pun diharapkan dapat memaksimalkan kesempatan yang telah terbuka luas untuk berinvestasi dan memperkenalkan produk Indonesia di kawasan timur.
(ang/dnl)










































