Follow detikFinance
Selasa, 08 Sep 2015 11:12 WIB

Sempat 'Mati', Terowongan Rel Kereta Tertua di RI Bangkit Lagi

Suhendra - detikFinance
Foto:PT KAI Foto:PT KAI
Jakarta - Saat ini memang ada ribuan kilometer rel termasuk jembatan dan terowongan kereta yang kondisinya terbengkalai alias mati. Namun ada sebagian kecil yang sudah diaktifkan kembali atau sudah di-reaktivasi, antara lain jalur rel rel Bogor-Sukabumi-Cianjur, termasuk Terowongan Lampegan di jalur tersebut.

Terowongan Lampegan adalah terowongan kereta api tertua di Indonesia yang lokasinya di Cianjur, Jawa Barat. Terowongan rel ini sempat mati, namun kini sudah kembali berfungsi sebagai sarana transportasi KA Pangrango, Bogor-Cianjur, Jawa Barat

Berbeda dengan nasib terowongan rel kereta Wilhelmina di jalur Banjar-Pangandaran-Cijulang, Jawa Barat, sepanjang 82 km yang sudah mati alias terbangkalai. Terowongan Wilhelmina yang diambil dari nama Ratu Belanda, mempunyai panjang 1.116 meter, merupakan terowongan rel terpanjang di Indonesia.

Berdasarkan situs PT KAI, dikutip detikFinance Selasa (8/9/2015), mengenai terowongan Lampegan, terowongan ini memiliki panjang 686 meter dan dibangun untuk mendukung jalur kereta api rute Bogor-Sukabumi-Cianjur hingga Bandung. Terowongan ini berada di Cibeber, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Terowongan Lampegan dibangun oleh perusahaan kereta api Staats Spoorwegen dan dibangun pada pada periode 1879–1882. Nama terowongan berasal dari bahasa percakapan orang Belanda ketika kereta api memasuki terowongan, yaitu ‘Lamp a gan’ yang berarti nyalakan lampu. Tidak jauh dari terowongan Lampegan, terdapat stasiun Lampegan.

Pada tahun 2001, terowongan Lampegan mengalami longsor akibat gempa bumi sehingga menutup jalur kereta api rute Sukabumi-Bandung. Pada tahun 2006, terowongan Lampegan sempat diperbaiki, namun belum sempat kereta api menembus terowongan yang baru diperbaiki, longsor kembali terjadi.

Tahun 2009, pemerintah mulai memperbaiki Terowongan Lampegan yang selama ini rusak sehingga menutup jalur kereta api rute Bandung-Sukabumi. Dengan pembukaan kembali jalur kereta api rute Bandung-Sukabumi ini diharapkan dapat mengurangi kepadatan kendaraan di jalan raya.

(hen/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed