Selain sapi siap potong, Bulog juga mendapat izin impor 1.000 ton daging sapi jenis secondary cut dan pada kuartal IV nanti akan diberikan lagi izin impor 10.000 ton daging sapi jenis prime cut.
Direktur Utama Perum Bulog Djarot Kusumayakti, mengungkapkan bahwa harga daging sapi yang akan dijual Bulog bisa lebih dari Rp 100.000/kg.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di kisaran Rp 100.000/kg lah, sekarang kurs mahal, sudah di atas Rp 14.000 per dolar. Saya tentu akan melaporkan kepada kementerian terkait mengenai apa yang harus kami lakukan," kata Djarot usai diskusi di Gedung Bulog, Jakarta, Selasa (8/9/2015).
Ia menuturkan, sebelumnya Bulog mengasumsikan dolar masih Rp 13.000 sehingga dapat menjual daging sapi di bawah Rp 100.000/kg. Namun, Bulog harus menyesuaikan harga karena pelemahan nilai tukar rupiah.
Pihaknya akan segera melaporkan masalah ini kepada pemerintah. "Karena (operasi pasar daging sapi) ini tanpa subsidi, dengan kondisi kurs hari ini, kita mampunya jual berapa akan kita laporkan," ucapnya.
Dengan kurs dolar sebesar Rp 14.000, Bulog masih dapat menjual daging sapi di kisaran Rp 100.000/kg. "Saya sudah menggunakan kurs sampai asumsi Rp 14.000 per dolar, maka kita bisa jual di kisaran Rp 100.000/kg," ucap Djarot.
Ia belum dapat memastikan berapa harga daging sapi yang akan dijual Bulog karena dokumen penagihan dari produsen masih belum sampai. "Saya nggak tahu kapan dokumennya sampai pada saat kurs berapa," katanya.
(hen/hen)











































