Menurutnya, LRT akan terkoneksi jaringan kereta cepat (high-speed Railways/HSR) saat beroperasi. Selain itu, Jokowi menyebut proyek HSR diserahkan kepada Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk pengembangan dan kerjasama.
Rini yang hadir pada acara groundbreaking LRT, menyebut pengembangan kereta cepat sekarang memasuki tahap pembentukan konsorsium.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain pembentukan konsorsium BUMN yang diketuai PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), Kementerian BUMN masih melakukan finalisasi negosiasi ulang dengan konsorsium BUMN China untuk pengembangan kereta dengan kecepatan medium alias menengah.
"Kita sedang finalisasi negosiasi untuk dapat membangun kereta cepat Jakarta-Bandung," paparnya.
Pasca presiden Jokowi menolak proposal kereta cepat Jepang dan China yang menawarkan kecepatan 350 kilometer per jam, Rini bersama tim belum menentukan kecepatan yang relevan.
"Kita sedang menganalisa, pada dasarnya 250-350 km per jam. Jadi kita melihat cost-nya. Perbedaannya di signaling sama link stock-nya jadi keretanya, kita finalisasi," ujarnya.
Terkait arahan Presiden Jokowi yang tidak akan memberi jaminan dan pembiayaan dari sumber APBN, proyek kereta cepat Jakarta-Bandung akan memakai aset BUMN sebagai modal awal.
"Kereta cepat ini memang modalnya terbentuk besar dari Walini karena yang akan kita masukkan sebagai modal adalah lahan sebagian lahan dari Walini (PTPN VIII)," terangnya.
(ang/ang)











































