Rizal Ramli Bidik Devisa Pariwisata Naik 100%

Rizal Ramli Bidik Devisa Pariwisata Naik 100%

Dana Aditiasari - detikFinance
Rabu, 09 Sep 2015 14:41 WIB
Rizal Ramli Bidik Devisa Pariwisata Naik 100%
Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli akan menggenjot sektor pariwisata sehingga devisa naik sampai 100%. Sektor ini dianggap paling mudah menyerap tenaga kerja dengan investasi yang lebih rendah daripada sektor lain.

"Penerimaan devisa sekarang kita sekitar US$ 10 milar. Target kami dalam 5 tahun akan lebih dari US$ 20 miliar," kata Rizal di rapat Banggar, DPR, Rabu (9/9/2015)

Ia mengatakan, banyak negara di Eropa Selatan yang mengandalkan pariwisata untuk menggerakan ekonominya seperti Spanyol, Turki, dan sebagainya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi sangat mungkin sektor pariwisata ini kita tingkatkan dengan cepat. Karena dia mampu menghasilkan devisa dan penyerapan tenaga kerja, dan peningkatan sumber daya lokalnya sangat besar," katanya.

Ia mengatakan, idealnya setiap pertumbuhan ekonomi 1% bisa membuka lapangan pekerjaan 500.000 orang, namun saat ini pertumbuhan ekonomi 1% baru bisa membuka lapangan pekerjaan 120.000 orang. Sehingga menurutnya perlu dilakukan cara-cara strategis agar pembukaan lapangan kerja baru bisa dicapai dengan cepat.

"Kami memandang, untuk mencapai itu, salah satunya ada di kementerian di bawah koordinasi kami yaitu masalah pariwisata," katanya.

Ia beralasan, memilih sektor pariwisata sebagai sektor yang diunggulkan karena investasi untuk satu pekerjaan di sektor pariwisata adalah sebesar US$ 3.000/orang.

"Di sektor lain bisa sampai US$ 50.000 per pekerjaan bahkan US$ 100.000. Jadi yang paling mudah menciptakan lapangan pekerjaan adalah sektor pariwisata," katanya

Ia mengatakan, Indonesia punya potensinya dalam bidang pariwisata sangat besar. Di sektor pariwisata sekitar 3 juta orang terserap, yang tidak langsung ada 7 juta orang bekerja di sektor pariwisata.

"Kalau jumlah turis bisa naik jadi 2 kali. Maka jumlah orang yang bekerja di pariwisata akan meningkat dari 3 juta menjadi 7 juta, dan yang kerja tidak langsung bisa naik 3 kalinya dari 7 juta orang jadi 21 juta orang. Karena sektor pariwisata efek dominonya sangat besar," katanya.

(dna/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads