Direktur Utama Perum Bulog, Djarot Kusumayakti mengatakan, pihaknya sudah melakukan pembicaraan dengan regulator yaitu Menteri Perdagangan (Mendag) Thomas Lembong, dan Menteri Pertanian Amran Sulaiman agar bisa mengimpor dari negara-negara alternatif selain kedua negara tadi.
"Saya sampaikan, untuk mendapatkan harga yang aman, kalau terpaksa impor. Kami inginnya nggak impor, kami harus bagusnya ada beberapa negara alternatif, supaya kita tidak didikte," kata Djarot di Istana, usai acara pengumuman paket kebijakan ekonomi di Istana, Rabu (9/9/2015)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Katakanlah sapi, tentu bukan negara yang memiliki penyakit mulut dan kuku, itu ya misalnya selain Australia dan Selandia Baru kita juga akan ke Meksiko misalnya. Di sana juga, mungkin Amerika," katanya
Menurutnya memang perlu ada perubahan izin soal asal daging dan sapi impor yang akan diberikan kepada Perum Bulog atau importir swasta.
"Itu izinnya saja diubah, jadi kami akan beli dari ini, bukan Australia saja," katanya.
Pasca revisi UU Nomor 18 Tahun 2009 menjadi UU Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Indonesia berpeluang bisa mengimpor sapi di luar negara yang bebas penyakit sapi seperti PMK.
Hari ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meluncurkan paket kebijakan ekonomi untuk menggenjot ekonomi. Ada lima langkah yang juga dilakukan pemerintah untuk mendukung hal ini.
Salah satunya adalah stabilitas harga komoditas pangan khususnya daging sapi. Caranya dengan memperluas cakupan perdagangan dan negara asal impor sapi, maupun daging sapi, sehingga dapat menciptakan harga sapi atau daging sapi yang lebih kompetitif.
"Memberikan kemudahan bagi pemerintah untuk melakukan stabilisasi pasokan dan harga daging sapi," jelas Menko Ekonomi Darmin Nasution.
(hen/dnl)











































