"Kita ingin melihat kontribusi KKP kepada negara dalam bentuk lebih besar, yaitu di PNBP. Tiga tahun lalu KKP menyumbang Rp 100 miliar per tahun, tahun lalu Rp 220 miliar. Ini masih jauh sekali dari potensinya," kata Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardojo dalam Rapat Koordinasi Nasional KKP di Hotel Sahid, Jakarta, Kamis (10/9/2015).
Agus berpesan kepada Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti agar lebih menggenjot ekspor perikanan untuk meningkatkan penerimaan negara. Jika penerimaan negara dari sektor perikanan dapat dimaksimalkan, kata Agus, negara tak perlu bergantung pada utang luar negeri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agus juga ingin ekspor perikanan dimaksimalkan agar Indonesia bisa masuk dalam jajaran 5 besar negara dengan Produk Domestik Bruto (PDB) terbesar di dunia pada 2030.
"Kita sudah jadi negara dengan ekonomi terbesar ke-16 dunia, 2030 kita bisa masuk 5 besar. Itu adalah mimpi kita bersama," ujarnya.
Untuk membantu pengembangan sektor perikanan, BI dan KKP pagi ini akan menandatangani nota kesepahaman Peningkatan Kapasitas dan Pemberdayaan Sektor Kelautan dan Perikanan.
"Kita akan tanda tangani kesepakatan dengan KKP, kita berusaha memberikan yang terbaik bagi Indonesia," pungkas Agus.
(ang/ang)










































