Dalam agenda kunjungan Menko Maritim yang diperoleh detikFinance, Rizal dijadwalkan menuju lokasi pembongkaran jalan yang menutupi rel kereta di dalam pelabuhan. Aktivitas ini akan dipandu oleh Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok. Pembongkaran rencananya dilakukan pada pukul 10.30 WIB, namun mundur menjadi pukul 11.00 WIB.
"Bapak masih perjalanan dari rakor KKP (Kementerian Kelautan dan Perikanan) ke Priok," kata Kepala Bagian Humas Kementerian Koordinator Maritim dan Sumber Daya, Shahandra Hanitiyo, di Kantor Bea Cukai Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (10/9/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemarin Rizal mengatakan, pada zaman Hindia Belanda, ada layanan kereta pelabuhan yang bisa masuk ke kawasan peti kemas di dalam pelabuhan. Namun selama bertahun-tahun, layanan kereta di pelabuhan sudah 'mati'. Padahal dengan adanya rel kereta barang maka bisa menekan biaya logistik dan menekan dwell time.
"Setelah kami periksa ternyata. Zaman Pelindo ini rel ditutup pakai aspal sehingga nggak bisa dipakai. Kereta barang tidak bisa masuk. Besok kita akan ke Tanjung Priok, kita akan bawa ekskavator jalan rel yang ditutup zaman Belanda akan kita bongkar," tegas Rizal.
Ia mengatakan, dengan adanya fasilitas kereta pelabuhan, maka dampaknya akan bisa mengurangi rata-rata waktu bongkar muat hingga keluar barang dari pelabuhan atau dwell time.
(feb/dnl)











































