Karang di 5 Pulau Dirusak Sindikat Pembom Ikan dari Hong Kong

Karang di 5 Pulau Dirusak Sindikat Pembom Ikan dari Hong Kong

Michael Agustinus - detikFinance
Kamis, 10 Sep 2015 15:05 WIB
Karang di 5 Pulau Dirusak Sindikat Pembom Ikan dari Hong Kong
ilustrasi
Jakarta - Baru-baru ini Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengungkapkan adanya sindikat asal Hong Kong yang menjarah ikan di lautan Indonesia dengan bom potasium. Wilayah operasi mereka umumnya di Kepulauan Natuna, Provinsi Kepulauan Riau hingga ke ujung Indonesia Timur.

Dirjen Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan, Slamet Subiakto, menyebut setidaknya ada 5 pulau yang karangnya rusak gara-gara ulah sindikat Hong Kong ini, yaitu Pulau Mentawai, Pulau Natuna, Kepri, Pulau Halmahera, dan Pulau Raja Ampat.

"Kawasan yang rusak akibat ulah sindikat Hongk Kong) di kawasan Mentawai, Natuna, Kepulauan Riau, Halmahera, dan di Raja Ampat. Daerah-daerah lain juga banyak yang belum kita ketahui," kata Slamet di sela-sela Rapat Koordinasi KKP di Hotel Sahid, Jakarta, Kamis (10/9/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Slamet menjelaskan, sindikat Hong Kong mengincar ikan-ikan karang yang berharga tinggi di pasar internasional, terutama ikan Napoleon, Kerapu, dan juga lobster.

"Yang diincar ikan Napoleon, Kerapu, ikan-ikan karang, dan lobster," ucapnya.

Dalam operasinya, kapal-kapal sindikat Hong Kong membawa bom potasium untuk dipasok kepada nelayan-nelayan lokal. "Kapal-kapal asing itu membawa bahan-bahan yang tidak diinginkan, misalnya bahan peledak untuk diberikan kepada nelayan menangkap ikan-ikan karang," paparnya.

Sindikat tersebut akan memborong ikan-ikan karang hasil tangkapan nelayan lokal yang menangkap dengan menggunakan bom.

Menurut Slamet, adanya bom potasium di pulau-pulau terpencil seperti Mentawai, Natuna, dan sebagainya sudah mengindikasikan adanya aktivitas sindikat Hong Kong tersebut. Sebab, mustahil nelayan lokal bisa memperoleh potasium sendiri.

"Di pulau-pulau terpencil kan sulit didapat bahan peledak, itu disuplai oleh sindikat itu. Itu kita larang," tandasnya.

(hen/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads