Rizal menepati janjinya untuk 'mengepret' PT Pelindo II (Persero). Aksi Rizal dilakukan tanpa pengawasan atau koordinasi dengan Pelindo II sebagai pengelola pelabuhan.
Rizal mengaku tak gentar bila Badan Usaha Milik Negara (BUMN) operator pelabuhan di Pelabuhan Tanjung Priok tersebut melayangkan protes.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rizal mengaku hanya menjalankan tugasnya untuk memangkas waktu bongkar muat atau dwell time di Pelabuhan Tanjung Priok. Dwell time ini sempat diprotes oleh Presiden Joko Widodo saat 'blusukan' ke Pelabuhan Priok.
"Tugas saya bikin rancangan dwell time," jelasnya.
Rizal menegaskan Pelindo II sebagai operator pelabuhan harus memberi izin lahannya dimasuki jalur kereta. Apalagi, jalur kereta sudah ada sejak zaman Belanda namun ditutup dengan beton untuk keperluan pembangunan jalan dan pengembangan pelabuhan.
"Ini yang perintahkan Menko agar segera dibangun jalan kereta. Pelindo yang selama ini menolak harus tahu diri. Ini kepentingan nasional jauh lebih penting dari sekedar keuntungan yang diperoleh Pelindo," katanya.
(feb/hen)











































