Rencana Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengaktifkan kembali jalur rel mati Banjar-Pangandaran-Cijulang 82 kilometer (km) ditanggapi positif PT Kereta Api Indonesia (KAI).
Dengan dibukanya kembali jalur Banjar-Cijulang itu, maka akses wisatawan ke area wisata Green Canyon lebih mudah. Hal itu karena jarak antara Green Canyon dengan Stasiun Cijulang hanya 2-3 km. Green Canyon merupakan tempat wisata berbasis alam yang menyuguhkan goa alam dan sungai yang indah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebenarnya Bandung-Ciwidey itu kalau mau dihidupkan bagus karena untuk mengatasi kemacetan lalu lintas di Bandung Selatan. Di sini juga banyak daerah wisata seperti Lembang," kata Manager Program Non Building Unit Heritage, Conservation & Architecture KAI, Wawan Hermawan, kepada detikFinance, Kamis (11/9/2015).
Jalur Bandung-Ciwidey sudah ada sejak tahun 1924 dibangun oleh perusahaan kereta api negara Staatsspoorwegen. Sayangnya jalur ini ditutup tahun 1972, karena kalah bersaing dengan angkutan jalan raya.
Rel mati lainnya yang perlu diaktifkan kembali adalah, jalur Yogyakarta-Magelang yang mempermudah akses ke Candi Borobudur. Setelah itu ada jalur Cicalengka-Tanjung Sari (Bandung). Jalur ini dibangun sejak 1921 melewati rute Rancaekek, Bandung.
"Cicalengka ke Tanjung Sari ini bisa untuk akses ke para pelajar mahasiswa terutama mahasiswa IPDN dan Universitas Padjajaran, di sana juga banyak tempat wisata," tuturnya.
Selain itu, ada rel 'mati' yang tidak kalah pentingnya adalah Garut-Cikajang. Jalur yang telah ada di 1930 itu memiliki panorama pemandangan pegunungan dan pantai yang cukup indah.
"Rel mati Garut-Cikajang untuk wisata juga bagus jadi bisa dihidupkan. Di sana bahkan ada stasiun tertinggi di Indonesia yaitu Stasiun Cikajang dengan tinggi 1.246 meter dari permukaan laut," paparnya.
Wawan mencatat, masih banyak jalur rel 'mati' lainnya yang bisa dihidupkan untuk menggenjot sektor pariwisata. Seperti Cianjur-Bandung dan trem yang berada di Kota Surabaya.
"Cianjur-Bandung kabarnya sudah siap infrastruktur, tinggal kelayakan jalan. Jalur ini sangat strategis. Jalur itu adalah jalur awal dari Jakarta ke Surabaya melewati Bogor-Cianjur-Bandung-Cicalengka-Yogyakarta," jelasnya.
(dnl/dnl)











































