Beda Penampakan Rel 'Mati' Priok Saat Zaman Belanda dan RI

Beda Penampakan Rel 'Mati' Priok Saat Zaman Belanda dan RI

Wiji Nurhayat - detikFinance
Jumat, 11 Sep 2015 13:25 WIB
Beda Penampakan Rel Mati Priok Saat Zaman Belanda dan RI
Jakarta - Rencana menghidupkan rel 'mati' di Pelabuhan Tanjung Priok sudah muncul sejak 5 tahun silam. Namun rencana PT Kereta Api Indonesia (KAI) membangkitkan rel 'mati' ini belum pernah terwujud,

Jalur kereta di Tanjung Priok terhenti di Jalan Pasoso, di luar Pelabuhan Priok, merupakan warisan pemerintah Hindia Belanda dibangun periode 1899.

Kondisi 2015, rel kereta api yang ada saat ini tersisa di Jalan Pasoso atau berjarak 2 km ke Dermaga Pelabuhan Tanjung Priok, kondisinya sudah 'mati', masih menyisakan 300 meter untuk mencapai darmaga pelabuhan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kondisi 1899-1945, rute kereta api langsung menuju dermaga Tanjung Priok jumlahnya cukup banyak.

Di wilayah dermaga Shipping Canal atau sebelah barat Pelabuhan Tanjung Priok terdapat 2 percabangan rel kereta api. Di Dermaga I juga terdapat 4 percabangan rel kereta api. Di dermaga II ada 3 percabangan rel, dermaga III terdapat 3 percabangan rel.




(hen/hen)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads