Proyek yang digarap Waskita tersebut masih satu lokasi dengan tempat jatuhnya crane di Masjidil Haram.
"Itu crane semuanya punya Bin Laden. Waskita pekerjaan jauh dari lokasi kecelakaan dan itu bukan pekerjaan Waskita," kata Sekretaris Perusahaan Waskita, Antonius Yulianto kepada detikFinance, Sabtu (12/9/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semua pekerja Waskita dalam kondisi selamat. Waktu kejadian itu bertepatan dengan hari libur waktu setempat," jelasnya.
Untuk proyek di Masjidil Haram, setidaknya Waskita mempekerjaan 60 orang pekerja lapangan dan insinyur asal Indonesia.
Antonius menjelaskan, Waskita telah terlibat dalam proyek renovasi dan pengembangan Masjidil Haram sejak tahun 2014. Tahun ini, Waskita memperoleh pekerjaan di Masjidil Haram dengan nilai 12 juta riyal (setara Rp 40 miliar).
"Kalau tahun lalu sudah ada dengan nilai kontrak 40 juta riyal. Kalau tahun ini tambahan 12 juta riyal atau setara Rp 40 miliar. Kita di sana sebagai sub kontraktor," tuturnya.
Selain terlibat dalm proyek Masjidil haram, Waskita juga sedang mengerjakan proyek pembangunan jembatan layang menuju King Abdulaziz International Airport di Jeddah.
"Tahun ini proyek kita nggak besar," sebutnya.
(feb/rrd)











































