Penjajakan Investasi, Kolombia Tawarkan Bisnis Sawit Hingga Perminyakan

Penjajakan Investasi, Kolombia Tawarkan Bisnis Sawit Hingga Perminyakan

Lani Pujiastuti - detikFinance
Senin, 14 Sep 2015 10:55 WIB
Penjajakan Investasi, Kolombia Tawarkan Bisnis Sawit Hingga Perminyakan
Jakarta - Pemerintah Kolombia melalui ProColombia sebuah badan pemerintah bidang promosi ekspor, pariwisata internasional, investasi asing, dan merek berkunjung ke Jakarta. Mereka akan bertemu kalangan perwakilan pengusaha dan pemerintah Indonesia.

Selain perwakilan ProColombia, hadir dalam acara ini adalah pihak Kedutaan Besar Kolombia di Indonesia, Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), Kementerian Luar Negeri, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Mereka berkumpul dalam forum Investment Summit di Hotel JW Marriot Kuningan, Jakarta, Senin (14/9/2015).

Negara dengan ekonomi terbesar ketiga di Amerika Latin ini menganggap Indonesia sebagai pasar potensial dan paling menarik di Asia dengan pertumbuhan ekonomi rata-rata 6% dan populasi penduduk keempat terbesar dunia yaitu mencapai lebih dari 250 juta penduduk.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pengusaha Indonesia memiliki kepentingan untuk memperluas bisnis mereka di sektor agribisnis seperti kelapa sawit, karet, dan kehutanan, serta barang dan jasa perminyakan juga pertambangan, pelayanan kesehatan dan perhotelan, sejumlah segmen keunggulan Kolombia dan memiliki peluang untuk berinvestasi bahkan menjadi platform ekspor untuk Amerika," kata Presiden ProColombia, Maria Claudia Lacouture dalam sambutannya.

ProColombia telah mengidentifikasi sejumlah peluang bagi para pengusaha Indonesia yang tengah mencari perluasan operasi mereka di dunia, utamanya di sektor agro-industri seperti kelapa sawit, yang menempatkan Kolombia sebagai pelopor varietas oleat tinggi dan memiliki produksi organik dan berkelanjutan.

"Kami sangat terbuka dengan investasi dari mana pun termasuk Kolombia. Kami ingin investasi asing meningkat. Indonesia memasuki era ekonomi baru. Kami ingin hubungan timbal balik investor Indonesia bisa meningkat di Kolombia," kata perwakilan Kementerian Luar Negeri Indonesia Abdurrahman Muhammad.

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Perdagangan dan Kerjasama Ekonomi Internasional Kadin Chris Kanter mengatakan Indonesia dan Kolombia tidak punya masalah politik. Sehingga harus bisa mendapat manfaat dari hubungan kedua negara yang baik.

Ia mengatakan di Indonesia saat ini investasi asing dioptimalkan dengan Pelayanann Terpadu Satu Pintu (PTSP) di BKPM untuk mempermudah investor. Kemudahan lain yang ditawarkan Indonesia adalah pembebasan visa berkunjung penduduk Kolombia ke Indonesia.

Menurut Chris hal ini sesuai target Presiden meningkatkan kunjungan Wisman dan ditarget selesai pada Oktober 2015. Ia ingin warga Kolombia bisa lebih banyak yang datang ke Indonesia setelah nanti bebas visa.

"Kita bisa tawarkan ekspor produk furnitur, tekstil, kosmetik, pulp, kosmetik dan kesehatan," katanya.

(hen/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads