Anggaran untuk Sapi Indukan Impor Bakal Dipangkas 85%

Anggaran untuk Sapi Indukan Impor Bakal Dipangkas 85%

Michael Agustinus - detikFinance
Senin, 14 Sep 2015 16:15 WIB
Anggaran untuk Sapi Indukan Impor Bakal Dipangkas 85%
Jakarta - Dalam rencana anggaran untuk 2016 yang diajukan Kementerian Pertanian (Kementan) kepada Komisi IV DPR hari ini, jumlah dana yang diusulkan untuk pengadaan sapi indukan impor hanya sebesar Rp 150 miliar. Anggaran tersebut untuk pengadaan 5.000 ekor sapi indukan impor, atau turun dari tahun ini sebesar 85%.

Pengadaan sapi indukan untuk 2016 ini berkurang jauh dibanding 2015. Sebagai pembanding, dalam APBNP 2015 dialokasikan Rp 1 triliun untuk pengadaan 30.000 ekor sapi indukan. Artinya, anggaran pengadaan sapi indukan akan dikurangi 84% di 2016.

Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Muladno Bashar, mengungkapkan bahwa pengurangan pengadaan sapi indukan ini terutama disebabkan oleh keterbatasan anggaran. Kementan menilai banyak keperluan yang urgensinya lebih tinggi sehingga pengadaan sapi indukan harus dikorbankan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Iya, kita usulkan seperti itu. Pertama, duitnya untuk keperluan yang lebih strategis," kata Muladno di sela-sela rapat kerja dengan Komisi IV di Gedung DPR, Jakarta, Senin (14/9/2015).

Alasan kedua, karena pihaknya ingin lebih menggenjot pengadaan sapi indukan dari dalam negeri saja, bukan dari impor. Diharapkan Sentra Peternakan Rakyat (SPR) bisa memasok sapi-sapi indukan.

"SPR didorong memacu populasi di dalam negeri. (Sapi indukan) Yang dari luar negeri jadi nanti saja, kita lihat dulu SPR berhasil apa nggak," ucapnya.

Ditargetkan SPR dapat memasok sampai 50.000 ekor sapi indukan tahun depan. Dengan begitu, pengadaan sapi indukan dari impor cukup 5.000 ekor saja.

"Dari SPR kita harapkan ada tambahan 50.000 ekor calon sapi indukan," tutur Muladno.

Sementara, untuk pengadaan 30.000 ekor sapi indukan tahun ini, sebanyak 11.000 ekor akan segera masuk akhir September ini. Pengadaan agak terlambat karena masalah administrasi.

"Akhir bulan ini datang 11.000 ekor. Masalah administrasi saja," tutupnya.

Padahal, Indonesia sangat membutuhkan sapi indukan untuk meningkatkan populasi sapi di dalam negeri. Berdasarkan sensus tani tahun 2013, populasi sapi di dalam negeri hanya 14 juta ekor, berkurang 2,5 juta ton dibanding 2011. Karena itu, Indonesia perlu banyak sapi indukan impor untuk mengembalikan populasi sapi dan mencapai swasembada daging sapi.






(hen/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads