"Ini urat emas yang merah nih. Batuannya kelihatan kan. Itu hasil bongkahannya, batu berkilau agak kuning itu kandungan emasnya," jelas Somaun, Senior Safety Officer UBPE Pongkor PT Antam Tbk ditemui di lokasi portal tambang emas Gudang Handak Pongkor di Desa Bantarkaret, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pekan lalu.
Ia mengarahkan headlamp-nya ke arah gundukan bebatuan yang baru diledakkan oleh 3 orang penambang. Cahaya lampu senter pun membuat kilauan makin terlihat jelas di tengah gelapnya terowongan tambang yang dimasuki oleh rombongan media termasuk detikFinance.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Batu-batu itu masih harus digerus atau dihancurkan hingga berwujud lumpur, sehingga bisa dipisahkan kandungan emas dan peraknya. Beberapa proses yang dilalui mencakup penghancuran, penggilingan, sianidasi atau memisahkan biji emas dari unsur logam lainnya, pencucian karbon, peleburan hingga pengecoran untuk menghasilkan dore bullion.
"Tambang Pongkor setiap bulannya mengolah 1.200 ton batuan kasar. Per bulan kami punya target menghasilkan 125 kg emas," ujar katanya.
Somaun mengungkapkan kandungan emas dalam bebatuan yang diperoleh kian menurun.
"Tahun 2002-2003, kandungannya pernah mencapai 12 gram tiap ton batuan kasar. Saat ini hanya 6-7 gram. Itu lihat, sedikit yang berkilau, hanya itu saja yang terang," jelasnya sambil menunjuk ke arah batu yang berkilau di tengah batuan ore.
(hen/hen)











































