Susi: Dulu Sarden Buat Kucing, Sekarang Saya Makan

Susi: Dulu Sarden Buat Kucing, Sekarang Saya Makan

Muhammad Idris - detikFinance
Senin, 14 Sep 2015 19:28 WIB
Susi: Dulu Sarden Buat Kucing, Sekarang Saya Makan
Jakarta - Sejumlah kebijakan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), seperti moratorium izin kapal eks asing dan pemberantasan illegal fishing, membuat nelayan dan industri perikanan untung besar.

Salah satunya, kata Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, adalah kualitas dan populasi ikan yang bertambah pesat sejak beberapa waktu terakhir.

"Ikan sarden kalengan sekarang lebih bagus. Dulu, kalau sarden itu buat kucing saya, sekarang saya makan sendiri. Besar-besar dan segar-segar, beda sekarang," ungkap Susi di kantornya, Jalan Ridwan Rais, Jakarta, Senin (14/9/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pasokan ikan yang melimpah, kata Susi, membuat nelayan lokal kini tak perlu lagi melaut jauh ke tengah pantai setelah berkurangnya kapal-kapal asing.

"Makanya kalau aturan ini dijaga, kita tidak perlu kapal-kapal besar. Cukup dengan kapal di bawah 10 GT, kalau lihat di Twitter dan Youtube, itu nelayan perahu kayu panjang 2 meter saja sekarang banyak yang bisa tangkap ikan ukuran 100-200 kg, dulu unbelieveable," jelas Susi.

Selain itu, menurutnya, meningkatnya ekonomi di sektor perikanan juga didukung dari data yang dirilis Badan Pusat statistik (BPS).

"Saya nggak asal ngomong. Di BPS sendiri growth di perikanan 8,64%, kita shutdown kapal-kapal eks asing, katanya nanti perikanan kita kolaps, ini malah naik. Belum pernah sektor perikanan growth sampai di atas 7%," ujar Susi.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads