Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan dan Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menggelar rapat kerja pada Senin malam. Dalam rapat, Jonan beberapa kali mendapat interupsi dari anggota DPR.
Rapat yang dimulai pukul 20.00 WIB, langsung diawali dengan pandangan anggota Komisi V. Saat memberikan pandangan, Anggota Komisi V Yasti Makoagow mengkritisi penyerapan atau belanja anggaran Kemenhub hingga triwulan III-2015. Ia mempertanyakan penyerapan anggaran sangat kecil yakni baru 16% dari total anggaran Rp 64,9 triliun. Penyerapan yang rendah, bagi Yasti bisa menghambat program prioritas 'tol laut' Presiden Joko Widodo.
"Sebelum membahas Rancangan APBN 2016. Sampai akhir triwulan III-2015 baru 16%. Buku ini belum selesai. Penting, kemampuan dalam penyerapan anggaran. Kita mau dengar," kata Yasti di Komisi V, DPR Senayan, Jakarta, Senin (14/9/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya malas, ikut raker. Saya orang pemerintah (PDIP) dukung. Seperti tidak tahu harus berbicara apa. Baru kali ini ada jarak diantara kita. Seharusnya ada dikonfirmasi," ujarnya.
Mendengar keluhan dari para anggota, Ketua Komisi V Fery Djemi Prancis meminta Jonan menjelaskan alasan minimnya penyerapan anggaran setelah mendengar pertanyaan dari para anggota.
"Pak menteri beri jaminan kepastian serapan, kami ingat pembahasan anggaran 2015 sampai jam 02.30 terus lanjut sampai malam di RDP (Rapat Dengar Pendapat). Akhir triwulan III baru 16%," tuturnya.
Pada raker kali ini, Jonan diundang untuk membahas RAPBN 2016. Jonan yang berbaju batik cokelat, didampingi oleh para Dirjen dan Eselon I Kemenhub yang menggunakan baju putih lengkap dengan pangkat.
Sampai saat ini rapat masih berlangsung dengan pandangan masing-masing anggota. Sesusai pandangan lalu dilanjutkan dengan jawaban dari Menhub Jonan
(feb/rrd)











































