Harga Minyak akan Terus Tinggi Selama 4 Bulan Mendatang
Senin, 28 Feb 2005 12:48 WIB
Jakarta -
Harga minyak mentah dunia diperkirakan akan terus menyentuh level tertinggi selama 4 bulan ke depan. Kenaikan harga minyak itu tidak terlepas dari langkah organisasi pengekspor minyak dunia (OPEC) yang terus mempertahankan harga minyak dunia melalui kuota.Harga minyak untuk kontrak bulan April di pasar New York untuk jenis light sweet crude naik menjadi US$ 51,49 per barel. Sementara untuk jenis brent crude naik menjadi US$ 49.61 per barel di Pasar London untuk bulan yang sama. Harga minyak dunia saat ini meningkat 44 persen dibandingkan harga tahun lalu pada bulan yang sama. Selisih kenaikan harga minyak bahkan pernah mencapai US$ 3 per barel dalam yang singkat akibat musim dingin di wilayah Barat Eopa dan laut utara Amerika.Badan Energi Amerika Serikat menyatakan, kebutuhan minyak mentah naik sebesar 600 ribu barel sehingga menjadi 297 juta barel atau sekitar naik 8 persen dari tahun lalu.Begitu juga dengan kebutuhan bensin yang meningkat sebesar 1,8 juta barel sehingga menjadi 223,5 juta barel atau naik sekitar 9 persen lebih tinggi dibanding tahun lalu.Seperti dikutip Associated Press, kenaikan permintaan juga terjadi pada bahan bakar minyak panas, solar dan bahan bakar jet atau avtur yang naik sekitar 700 ribu barel sehingga menjadi 111,8 juta barel atau naik sekitar 3,5 persen.Kekhawatiran harga minyak ini dirasakan Badan Energi Dunia (IEA). Mereka meminta bertemu dengan OPEC untuk tidak kembali memotong suplai minyaknya. Pertemuan IEA dengan OPEC akan dilakukan pada 16 Maret mendatang.
(mar/)










































