"Kapal datang harusnya yang dilayani kapal yang datang pertama, ini malah daftar ke terminal-terminal yang berbeda, makanya dwell time 7 hari. Beda dengan Singapura yang 1 hari," kata Rizal, saat menjadi pembicara dalam acara Pra Kongres Ilmu Pengetahuan Nasional yang bertema 'Kontribusi Ilmu Pengetahuan Sosial Untuk Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat' di Gedung LIPI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (15/9/2015).
Kedua, adalah soal biaya inap kontainer di Tanjung Priok yang sangat murah. Rizal mengatakan, ongkos inap per kontainer di Priok hanya Rp 27.000/hari, sedangkan di luar negeri bisa mencapai Rp 500.000/hari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sederhananya kalau bisa dibikin susah, kenapa harus dibikin mudah, itu adalah mental birokrat kita. Kalau bisa dilakukan kebijakan ini, sepertiga kemacetan (di Priok) bisa berkurang, mentan birokrat yang seperti ini membuat Kabareskrim diganti," imbuh Rizal.
Selain itu, untuk mempercepat waktu bongkar muat, dia juga akan menghidupkan rel kereta 8 km di Pelabuhan Tanjung Priok yang saat ini sudah 'mati' dan bahkan tertutup beton.
(dnl/hen)











































