Rizal Ramli: Banyak Pengusaha Nakal Simpan Kontainer di Tanjung Priok

Rizal Ramli: Banyak Pengusaha Nakal Simpan Kontainer di Tanjung Priok

Arinaldo Habib Pratama - detikFinance
Selasa, 15 Sep 2015 12:55 WIB
Rizal Ramli: Banyak Pengusaha Nakal Simpan Kontainer di Tanjung Priok
Jakarta - Masalah waktu bongkar muat (dwell time) di Pelabuhan Tanjung Priok menjadi perhatian khusus pemerintah Joko Widodo (Jokowi). Menko Maritim dan Sumber Daya, Rizal Ramli, menyindir operator Pelabuhan Tanjung Priok, PT Pelindo II.

"Kapal datang harusnya yang dilayani kapal yang datang pertama, ini malah daftar ke terminal-terminal yang berbeda, makanya dwell time 7 hari. Beda dengan Singapura yang 1 hari," kata Rizal, saat menjadi pembicara dalam acara Pra Kongres Ilmu Pengetahuan Nasional yang bertema 'Kontribusi Ilmu Pengetahuan Sosial Untuk Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat' di Gedung LIPI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (15/9/2015).

Kedua, adalah soal biaya inap kontainer di Tanjung Priok yang sangat murah. Rizal mengatakan, ongkos inap per kontainer di Priok hanya Rp 27.000/hari, sedangkan di luar negeri bisa mencapai Rp 500.000/hari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Investor nakal banyak simpan di Tanjung Priok. Sehingga kami dorong agar kontainer dibawa pulang, hari pertama kedua kontainer kami gratiskan, hari selanjutnya kami akan kenakan Rp 2-3 juta per hari," jelas Rizal.

"Sederhananya kalau bisa dibikin susah, kenapa harus dibikin mudah, itu adalah mental birokrat kita. Kalau bisa dilakukan kebijakan ini, sepertiga kemacetan (di Priok) bisa berkurang, mentan birokrat yang seperti ini membuat Kabareskrim diganti," imbuh Rizal.

Selain itu, untuk mempercepat waktu bongkar muat, dia juga akan menghidupkan rel kereta 8 km di Pelabuhan Tanjung Priok yang saat ini sudah 'mati' dan bahkan tertutup beton.

(dnl/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads