Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU dan Pera) Basuki Hadimuljono menandatangani paket kontruksi pembangunan jalan tol Cisumdawu bersama para konsorsium kontraktor yang terdiri dari perusahaan China dan BUMN konstruksi.
Kontraktor konsorsium antara lain Metallurgical Corporation of China Ltd, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Nindya Karya (Persero), PT Waskita Karya (Persero) Tbk, yang memenangkan lelang proyek senilai Rp 3,48 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Proyek yang didanai oleh pinjaman China ini memakan proses mengurus pinjaman sebelum konstruksi dimulai hingga 28 bulan lamanya. Selama 23 bulan prosesnya dihabiskan di Indonesia, sisanya 5 bulan prosesnya di China.
Ia mengatakan sudah ketiga kalinya menandatangani kontrak proyek dengan melibatkan pembiayaan dari China. Basuki ingin pastikan proyek ini berjalan lancar dalam waktu cepat.
"Masih ada dua proyek lagi yaitu Tol Manado-Bitung dan Balikpapan-Samarinda. Proyek Cisumdawu ini didanai pinjaman China jadi perlu penandatanganan atau loan agreement. Kita coba sampaikan ke embassy bilang sebagian besar proses yang ada di pihak Indonesia bisa dipersingkat dari 23 bulan menjadi 3 bulan," jelas Basuki dalam acara penandatangan kontrak di kantor Kementerian PU Selasa (15/9/2015).
Panjang seluruhnya seksi 2 ini adalah 17,35 km. Pekerjaan yang ditanda tangani kontraknya hari ini adalah tahap II dari seksi 2 yaitu sepanjang 10,1 km dengan nilai kontrak Rp 3,48 triliun.
Tol Cisumdawu akan dibangun sepanjang 60,28 km dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp 5 triliun. Rencana konstruksi akan dibagi dalam 6 seksi yaitu seksi I Cileunyi-Rancakalong sepanjang 9,80 km, seksi II Rancakalong-Sumedang sepanjang 17,51 km, Seksi III Sumedang-Cimalaka 3,73 km, Seksi IV Cimalaka-Legok 6,96 km, Seksi V Legok-Ujungjaya 16,35 km, dan seksi VI Ujungjaya-Kertajati sepanjang 4 km.
Pada 29 November 2012 pembangunan seksi I telah dimulai dengan panjang 6,3 km dengan nilai kontrak Rp 1,022 triliun dengan pendanaan 90% pinjaman Tiongkok dan 10% APBN murni dan diharapkan selesai pengerjaannya 2014. Sedangkan pekerjaannya sendiri dikerjakan oleh konsorsium Shanghai Construction Group (Tiongkok) dengan Wijaya Karya dan Waskita.
(hen/hen)











































