ADVERTISEMENT

Pemicu Naiknya Jumlah Orang Miskin di RI: Beras dan Rokok

Maikel Jefriando - detikFinance
Selasa, 15 Sep 2015 13:28 WIB
Jakarta - Jumlah penduduk miskin di Indonesia per Maret 2015 mencapai 11,22% dari total penduduk, atau mencapai 28,59 juta jiwa. Angka ini naik 310 ribu jiwa. Pemicu naiknya jumlah orang miskin adalah kenaikan harga beras dan rokok.

Demikian disampaikan oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suryamin saat memaparkan Data Kemiskinan Maret 2015 di kantor BPS, Jakarta, Selasa (15/9/2015).

"Paling besar yang memberikan pengaruh terhadap kemiskinan memang adalah komoditi makanan. Posisi pertama itu adalah beras. Jadi ketika memang harga beras naik, itu orang miskin langsung terpukul," kata Suryamin.

"Kemudian adalah rokok. Rokok memang tidak punya kalori‎, tapi dia ada pengaruh besar," imbuh Suryamin.

Dia mengatakan, setiap bulan harga rokok terus naik, meskipun kenaikannya tidak besar. Namun kenaikan harga rokok ini memiliki pengaruh terhadap angka kemiskinan.

Berikut daftar komoditi yang memberikan pengaruh besar terhadap kemiskinan:

Beras

  • Perkotaan 23,49%
  • Pedesaan‎ 32,88%

Rokok kretek filter

  • Perkotaan 8,24%
  • Pedesaan‎ 7,07%

Telur ayam ras

  • Perkotaan 3,59%
  • Pedesaan‎ 2,91%

Daging ayam ras

  • Perkotaan 2,95%
  • Pedesaan‎ 1,51%

Mi instan

  • Perkotaan 2,77%
  • Pedesaan‎ 2,44%

Gula pasir

  • Perkotaan 2,04%
  • Pedesaan‎ 2,96%

Roti manis/roti lainnya

  • Perkotaan 1,96%
  • Pedesaan‎ 1,44%

Tempe

  • Perkotaan 1,89%
  • Pedesaan‎ 1,68%

Tahu

  • Perkotaan 1,80%
  • Pedesaan‎‎ 1,52%

Kopi

  • ‎Perkotaan 1,74%
  • Pedesaan‎ 1,82%

Komoditi Non Makanan‎:

Perumahan

  • Perkotaan 9,52%
  • Pedesaan‎ 6,64%

Bensin

  • Perkotaan 3,15%
  • Pedesaan‎ 2,38%

Listrik

  • Perkotaan 3,02%
  • Pedesaan‎ 1,73%

Pendidikan

  • Perkotaan 2,46%
  • Pedesaan‎ 1,39%

Perlengkapan mandi

  • Perkotaan 1,50%
  • Pedesaan‎ 1,26%
(dnl/hen)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT