Sekjen Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Sjarif Widjaja, menjelaskan bahwa Susi ingin fokus pada program-program penguatan nelayan tahun depan setelah fokus pada pemberantasan illegal fishing di 2015.
Setelah illegal fishing diberantas, stok ikan di laut melimpah, maka nelayan lokal harus diperkuat agar dapat memaksimalkan potensi perikanan nasional. Caranya dengan memberikan bantuan kapal dan alat-alat tangkap pada nelayan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sjarif mengungkapkan, tambahan dana sebesar Rp 5 triliun yang diminta Menteri Susi tahun depan hampir seluruhnya akan digunakan untuk pengadaan kapal.
"Fokus tambahan Rp 5 triliun untuk membeli kapal banyak-banyak untuk nelayan kecil," paparnya.
KKP merencanakan pengadaan kapal hingga 5.000 unit tahun depan, 3.500 unit dari APBN dan 1.500 unit dari Dana Alokasi Khusus (DAK). Total anggaran pengadaan kapal mencapai Rp 4,7 triliun.
Selain itu, para nelayan juga akan menerima bantuan alat-alat tangkap lainnya, misalnya keramba jaring apung. Dengan begitu, para nelayan lokal bisa berdaulat di lautnya sendiri.
"Ada (pengadaan) 3.500 kapal, keramba jaring apung, dan alat-alat penangkapan lainnya. 3.500 dari APBN, sisanya kita dorong dari DAK," tutup Sjarif.
(ang/ang)











































