"Target kita 3,6 juta ton. Tahun depan kita harapkan dari garam rakyat 1.000.000 ton. Kemudian kita harapkan PT Garam mudah-mudahan bisa ekstensifikasi lahan garam di NTT, sehingga bisa mendekati target swasembada. Swasembada nasional kita harapkan 2017," papar Sekjen KKP, Sjarif Widjaja, usai rapat kerja dengan Komisi IV di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (15/9/2015).
Swasembada garam, sambungnya, belum dapat dicapai tahun depan, sehingga Indonesia masih akan mengimpor garam untuk kebutuhan industri, misalnya untuk farmasi. Namun angka impor tahun depan sudah jauh di bawah 1 juta ton. "Masih sedikit (impor), tapi kami berharap kualitas garam lokal meningkat karena ada geo membran dan sebagainya, jadi bagus," ujar Sjarif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan begitu, garam lokal bisa mulai digunakan untuk kebutuhan industri, impor garam pun makin berkurang. Produktivitas garam juga meningkat dari 60 ton per ha menjadi 80-120 ton per ha. "Karena tidak tercampur tanah, hasilnya sangat putih. Kalau pemanasannya optimal, kandungan NaCL juga naik menjadi 91-94 persen. Produktivitas per hektar naik," tuturnya.
Sebagai informasi, kebutuhan garam untuk konsumsi rumah tangga tahun ini 1,8 juta ton. Sedangkan kebutuhan garam industri 1,5 juta ton, 400.000 ton diantaranya untuk industri aneka pangan. KKP ingin mendorong industri aneka pangan untuk mulai menggunakan garam lokal tahun ini sehingga impor garam dapat ditekan menjadi hanya 1,1 juta ton.
(dnl/dnl)










































