Bantah Mainkan Harga, Feedloter: Daging Mahal Karena Dolar

Bantah Mainkan Harga, Feedloter: Daging Mahal Karena Dolar

Muhammad Idris - detikFinance
Selasa, 15 Sep 2015 21:18 WIB
Bantah Mainkan Harga, Feedloter: Daging Mahal Karena Dolar
Jakarta - Hari ini Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) memanggil 32 perusahaan penggemukan sapi (feedloter). Sejumlah feedloter tersebut diduga melakukan praktik kartel yang membuat harga daging sapi sempat naik tinggi menembus Rp 140.000/kg.

Dituduh melakukan kartel, sejumlah feedloter menampik menahan stok untuk mengeruk keuntungan dari tingginya harga sapi saat ini. Sebaliknya, feedloter bahkan mengaku rugi akibat menanggung beban kenaikan dolar dalam beberapa waktu terakhir.

"Yah kami malah jual rugi," kata Direktur Utama Mitra Agro Sampurna, Riza Haerudin, ditemui usai persidangan kartel daging sapi di kantor KPPU, Jalan Juanda, Jakarta, Selasa (15/8/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Riza menuturkan, feedloter harus menanggung kerugian akibat depresiasi rupiah terhadap dolar yang tak kunjung membaik. Feedloter, lanjutnya, harus menanggung kerugian miliaran rupiah dari pelemahan tersebut.

"Dolar AS (Amerika Serikat) naik, Harga sapi dibeli dari Australia sebesar US$ 2,7-2,9/kg hidup. Ditambah dengan bea masuk sebesar 5%, pajak penghasilan (PPh) sebesar 2,3-2,5%, dan biaya logistik sebesar Rp 500-1.000/kg. Jadi perhitungannya, harga jualnya pun sebesar Rp 43.000-44.000/kg. Harga daging mahal karena dolar naik," jelas Riza.

Sementara itu, feedloter justru diminta pemerintah menjual di harga di Rp 38.000/kg. "Kami disuruh jual dengan harga Rp 38.000/kg. Ini artinya kami mensubsidi pasar. Sampai Juli saya sendiri malah rugi Rp 6 miliar," ujar Riza yang memiliki peternakan di Subang ini.

Riza mengungkapkan, saat ini rata-rata perusahaannya mendapat jatah kuota impor sapi dari Australia sebanyak 1.800 setiap kuartal.

(rrd/rrd)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads