Tiga instruksi tersebut terkait dengan peningkatan produktivitas pangan, intensifikasi untuk peningkatan produksi pangan, dan upaya menekan impor pangan.
"Pertama, tingkatkan produktivitas, yang kedua intensifikasi untuk tingkatan produksi, dan ketiga menekan impor dengan meningkatnya produksi," ujar Amran usai pertemuan dengan JK di Kementerian Pertanian, Jakarta, Rabu (16/9/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Beliau (JK) minta tingkatan produksi dengan fokus intensifikasi, kualitas benih, pupuk distribusinya, perkuat penyuluh, ini diminta untuk diakselesrasi," tuturnya.
JK juga meminta Amran terus menggenjot produksi pangan agar impor dapat ditekan. Amran pun mengaku telah menekan impor sehingga impor kedelai, daging sapi, dan jagung menurun. Beras bahkan belum ada impor sampai hari ini.
"Beliau (JK) tanya, dalam kondisi seperti ini harus kita tingkatkan produksi dan perkecil impor, kami sampai hari ini beras belum impor. Jagung impor 1,6 juta ton tapi ekspor 400 ribu ton, ini juga menurun. Kemudian kedelai menurun (impornya), daging sapi juga menurun," paparnya.
Selain itu, JK juga menanyakan antisipasi terhadap gangguan el nino yang dapat menurunkan produksi pangan.
"Kami jelaskan bahwa langkah-langkah yang ditempuh Kementan untuk mengantisipasi dan meminimalkan dengan pengadaan pompa air 21.000 unit, membangun sumur dangkal, sumur dalam, embung," pungkas Amran.
(hen/hen)











































