JK Pertanyakan Data BPS Soal Produksi Padi, Ini Kata Mentan

JK Pertanyakan Data BPS Soal Produksi Padi, Ini Kata Mentan

Michael Agustinus - detikFinance
Rabu, 16 Sep 2015 14:35 WIB
JK Pertanyakan Data BPS Soal Produksi Padi, Ini Kata Mentan
Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mempertanyakan data Badan Pusat Statistik (BPS) soal angka ramalan I produk gabah kering giling (GKG) sampai 75,55 juta ton. JK meminta ada perhitungan yang lebih cermat soal produksi sehingga pemerintah bisa mengambil keputusan tepat.

Bagaimana tanggapan Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman terhadap keraguan JK tersebut?

Amran menegaskan Indonesia belum mengimpor beras. Menurutnya, data BPS tersebut masih terbukti, karena masih terpenuhinya seluruh kebutuhan beras nasional dari pasokan dalam negeri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Yang jelas sampai saat ini belum impor, tapi ada produksi (beras)," kata Amran usai usai pertemuan dengan JK di Kementerian Pertanian, Jakarta, Rabu (16/9/2015).

Terkait permintaan JK agar data produksi pangan dicermati kembali, Amran menuturkan bahwa evaluasi terhadap data produksi pangan telah dilakukan oleh kementeriannya sejak Januari lalu atas permintaan BPS.

"Sejak Januari kami sudah diminta BPS untuk mengecek kembali bersama Kementan tentang data produksi, sekarang BPS mulai bekerja," katanya.

Meski data produksi pangan yang diumumkan BPS diragukan kebenarannya oleh Wapres JK, pihaknya untuk sementara masih menjadikan data tersebut sebagai acuan dalam pengambilan kebijakan.

"Untuk sementara kita masih mengacu pada angka BPS yang ada, setelah ada revisi kita ubah angka itu," ucapnya.

Amran menyatakan bahwa impor beras bisa saja dibuka bila ternyata produksi beras di bawah angka produksi BPS. "Nanti kita lihat, prinsipnya impor berdasarkan kebutuhan," tutupnya.

Badan Pusat Statistik (BPS) memprediksi dalam Angka Ramalan (ARAM-I) 2015, Indonesia akan meraih surplus beras 5 juta ton tahun ini.

Menurut data BPS, produksi beras Angka Tetap (ATAP) BPS 2014 sebanyak 70,85 juta ton gabah kering giling (GKG) sementara diprediksi produksi menurut Angka Ramalan (ARAM I) BPS 2015 mencapai 75,55 juta ton GKG atau jika dikonversi ke beras menjadi 47 juta ton

(hen/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads