Fenomena El Nino membuat kekeringan yang hebat, sehingga petani tak bisa segera menanam padi. Kondisi ini membuat musim tanam padi kembali mundur.
Biasanya masa tanam padi terjadi saat musim hujan pada Oktober-Maret. Namun El Nino diperkirakan berlangsung hingga November membuat curah hujan sangat sedikit, padahal padi butuh banyak air saat musim tanam. Akibatnya, musim tanam bakal bergeser, panen beras pada awal 2016 akan menurun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Amran tidak mematok kenaikan produksi beras untuk tahun 2016. Target produksi padi 2016 hanya 75 juta ton gabah kering giling (GKG) atau setara dengan 47 juta ton beras. Angka ini sama dengan produksi beras 2015 berdasarkan Angka Ramalan (Aram) I yang diumumkan Badan Pusat Statistik (BPS) pada Juli lalu.
"Kemarin pertimbangannya kenapa (target produksi padi) 2016 ditetapkan 75 juta ton GKG, karena tahun ini tiba-tiba El Nino, ini pengaruh ke produksi," ucapnya.
Untuk meminimalkan dampak El Nino, Amran mengaku telah melakukan berbagai upaya seperti membagikan pompa air, membangun sumur dangkal, sumur dalam, dan embung di daerah-daerah yang rawan kekeringan. Diharapkan produksi beras bisa dipertahankan dengan langkah-langkah ini.
"Kami jelaskan bahwa langkah-langkah yang ditempuh Kementan untuk mengantisipasi dan meminimalkan dengan pengadaan pompa air 21.000 unit, membangun sumur dangkal, sumur dalam, embung," katanya.
(hen/hen)











































