Perusahaan Ini Paling Kena Dampak Pemusnahan 6 Juta Bibit Ayam

Perusahaan Ini Paling Kena Dampak Pemusnahan 6 Juta Bibit Ayam

Lani Pujiastuti - detikFinance
Rabu, 16 Sep 2015 16:55 WIB
Perusahaan Ini Paling Kena Dampak Pemusnahan 6 Juta Bibit Ayam
Jakarta - Sebanyak 13 perusahaan pembibitan ayam yang tergabung dalam Gabungan Perusahaan Pembibitan Unggas (GPPU) sepakat mengambil langkah pengafkiran atau memusnahkan 6 juta ekor bibit ayam (Parent Stock/PS) untuk menstabilkan harga. Salah satu anggota GPPU yang akan memusnahkan bibit ayam paling banyak adalah PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk.

"Charoen Pokphand bersedia memotong 44-75% dari total jumlah yang akan dimusnahkan yaitu 6 juta ekor PS. Kemudian pemerintah minta tolong porsinya naik. CP menghitung kembali dan menawarkan porsi 59%," ungkap Ketua Umum Gabungan Perusahaan Pembibitan Unggas (GPPU) Krissantono dihubungi detikFinance, Selasa (15/9/2015).

Keputusan tersebut belum final karena perwakilan CP meminta waktu untuk membahasnya di tingkat manajemen.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Itupun masih harus disampaikan ke manajemen karena yang hadir pada pertemuan kemarin bukan bagian yang berwenang memutuskan. Terus terang mereka minta waktu membahas 1-2 hari," tambah Kris.

Selain pemusnahan bibit ayam, juga ada upaya mengurangi 40% telur tetas yang ada di perusahaan yang menghasilan telur tetas.

Pemangkasan HE (Hatcher Egg) atau telur tetas dari FS (ayam) sebanyak 40% akan dicicil mulai 9-30 September 2015. Pengawasan dilakukan secara cross monitoring yang dievaluasi secara berkala oleh GPPU.

Sebelumnya GPPU sepakat mengafkirkan atau memusnahkan 6 juta ekor bibit ayam untuk mengembalikan harga daging ayam yang saat ini jatuh di tingkat peternak.

Sebelumnya Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan menyepakati langkah pemusnahan 6 juta ekor bibit ayam (PS).

Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian kemudian mengumpulkan pengusaha pada Senin, (14/9/2015) malam.

Pertemuan tersebut menyepakati langkah memusnahkan 6 juta ekor PS (parent stock/bibit ayam) untuk sedikit mengurangi suplai supaya harga kembali stabil ke atas HPP.

Kondisi saat ini dinilai pemerintah maupun pengusaha konsisi pasokan ayam sudah kelebihan suplai. Pada Agustus saja, produksi ayam surplus 18 juta ekor/minggu. Sebab kebutuhan hanya 42 juta ekor/minggu, sementara produksi mencapai 60 juta ekor/minggu.

Surplus hingga turunnya harga bisa terjadi di tengah permintaan masyarakat yang kembali normal pasca hari raya.

Isi keputusan tersebut diantaranya :


1. Pemotongan/pengafkiran PS sebanyak 6 juta ekor. Komposisi/mekanisme pemotongan sebagai berikut :
a. Tahap I (pertama) 2 juta ekor
b. Cross monitoring dengan melibatkan unsur pemerintah sebagai bahan pertimbangan pemotongan berikutnya.
2. 13 perusahaan setuju akan memotong/mengafkirkan dengan persentase yang disepakati
3. PT Charoen Pokphand akan memotong antara 44-75% atau kurang lebih 59%. Menunggu keputusan manajemen lebih kurang 1-2 hari
4. Pemotongan HE FS 40% dimulai tanggal 9-30 September 2015 dengan pengawasan dilakukan secara cross monitoring yang dievaluasi secara berkala oleh GPPU.
5. Kualitas pengawasan dalam pemotongan tersebut di atas harus ditingkatkan dengan cara cross monitoring dari semua unsur pembibit dan pemerintah
6. Semua perusahaan yang akan impor bibit harus bergabung dengan GPPU karena ke depan akan dilibatkan dalam penerbitan rekomendasi ekspor/impor
7. GPPU diharapkan segera mengadakan Munas/Munas Luar Biasa agar terbentuk pengurus yang diterima oleh seluruh anggota.
8. Rapat selanjutnya akan dibuat aturan pendukung dari hulu sampai hilir. Misal hulu akan diintegrasikan dengan program SPR (Sentra Peternakan Rakyat).

Perusahaan yang bersepakat :



  • PT Charoen Pokphand
  • PT Japfa Comfeed Indonesia
  • PT Wonokoyo Jaya Corp
  • PT Malindo
  • PT Satwa Borneo
  • PT Cibadak Indah Lestari
  • PT Reza Perkasa
  • PT Expravet Nasuba
  • PT CJ-PIA
  • PT Hybro Indonesia
  • PT Taat Indah Bersinar
  • CV Missouri

(hen/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads