Stasiun MRT Jakarta ada di Bawah Tanah, Bagaimana Kalau Banjir?

Stasiun MRT Jakarta ada di Bawah Tanah, Bagaimana Kalau Banjir?

Muhammad Idris - detikFinance
Rabu, 16 Sep 2015 18:17 WIB
Stasiun MRT Jakarta ada di Bawah Tanah, Bagaimana Kalau Banjir?
Jakarta - PT Maas Rapid Transit (MRT) Jakarta saat ini terus mengebut pengerjaan proyek MRT Jakarta. Tercatat, ada 6 dari 13 stasiun di tahap I dengan Lebak Bulus-Bundaran HI yang letak stasiunnya berada di bawah tanah.

Vandy Ilham, salah satu engineer PT MRT Jakarta menuturkan, meski letaknya yang berada di bawah jalan raya, moda MRT dipastikan bebas genangan air, meski ada banjir cukup besar yang terjadi di permukaan.

"Prinsipnya air bawah tanah dan permukaan itu berbeda. Saluran masuk satu-satunya air ke MRT itu hanya di pintu masuk penumpang, selama pintu masuk kita buat tinggi itu selesai masalah banjir," kata Vandy ditemui di Pameran Transportasi Indonesia di Gedung Smesco, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (16/9/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Vandy mengungkapkan, desain lintasan dan stasiun MRT di bawah tanah pun dilindungi tunnel beton sehingga kecil kemungkinan air masuk ke bawah.

"Kalau merembes mungkin, amblas nggak mungkin. Di dalam kan juga kita siapkan drainase juga," ujarnya.

Dengan desain anti banjir tersebut, menurut Vandy, MRT bakal tetap beroprasi normal selama ketinggian permukaan banjir belum mencapai tinggi pintu masuk. "Kalau yang layang tentu tidak masalah (banjir)," pungkasnya.

Proyek MRT Jakarta Tahap I sendiri ditargetkan selesai pada 2018.

(rrd/rrd)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads