BI: Jika Rupiah Terpuruk Akibat BBM, Suku Bunga Akan Naik
Senin, 28 Feb 2005 15:32 WIB
Jakarta -
Bank Indonesia akan menaikkan suku bunga bila kenaikan BBM menimbulkan tekanan terhadap nilai tukar Rupiah. Namun kebijakan itu merupakan pilihan terakhir yang akan diambil BI."Itu pilihan terakhir. Kalau tidak diperlukan, tentu tidak akan kita lakukan," kata Deputi Gubernur Senior BI Miranda S Goeltom kepada wartawan usai rapat dengan komisi XI DPR RI di Gedung Nusantara I, kompleks DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Senin (28/2/2005).Lebih lanjut Miranda menjelaskan, kenaikan inflasi akibat kenaikan harga BBM pada putaran pertama akan menyebabkan kenaikan inflasi sebesar 0,2 persen. Dan pada putaran kedua akan menyebabkan inflasi 0,3 persen. Menurut Miranda, penyebab inflasi selain kenaikan harga BBM juga bisa disebabkan oleh distribusi yang tidak lancar. Untuk mengatasi masalah inflasi ini, BI akan bekerjasama dengan pemerintah. "Kita tetap akan bekerjasama atau memberikan masukan kepada pemerintah dan mungkin itu bisa mengurangi," ujarnya.
(qom/)










































