Rizal Ramli dan Dubes Rusia Bicara Soal Kereta, Migas, Hingga Nuklir

Rizal Ramli dan Dubes Rusia Bicara Soal Kereta, Migas, Hingga Nuklir

Maikel Jefriando - detikFinance
Kamis, 17 Sep 2015 12:10 WIB
Rizal Ramli dan Dubes Rusia Bicara Soal Kereta, Migas, Hingga Nuklir
Rizal Ramli dan Dubes Mikhail Y Galuzin (Maikel-detikFinance)
Jakarta - Menteri Koordinator Maritim dan Sumber Daya, Rizal Ramli, pagi ini menerima kedatangan Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Mikhail Y Galuzin. Pertemuan membahas peluang kerjasama kedua negara di bidang infrastruktur dan energi, seperti minyak, gas, dan nuklir.

Galuzin datang sekitar pukul 10.20 WIB‎, mengenakan setelan jas berwarna hitam. Bersama dengan dua orang staf, Galuzin langsung menuju lantai 3, ruangan dari Rizal Ramli.

Pertemuan tampak berlangsung cukup singkat. Hanya sekitar 30 menit. Sampai akhirnya Rizal dan Galuzin keluar dari ruangan dan memberikan keterangan langsung kepada awak media yang hadir.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rizal menyampaikan, ini adalah pertemuan pertamanya dengan Galuzin sejak menjabat sebagai menteri. Banyak hal yang dibahas, meskipun lebih terfokus kepada persoalan energi dan infrastruktur.

"Pagi ini kami bertemu Dubes Rusia, dalam rangka untuk tingkatkan hubungan kerjasama bisnis perdagangan dengan Rusia. Rusia negara yang punya banyak pengalaman dalam gas, termasuk pengekspor gas besar dunia, ke Eropa, China, dan sebagainya, mungkin ada hal-hal yang kita bisa lanjutkan," ungkap Rizal di Kantor Kemenko Maritim, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (17/9/2015)

Begitu juga dengan infrastruktur. Sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), pembangunan harus dibangun merata di seluruh Indonesia melalui konsep maritim. Rizal melihat banyak peluang kerjasama dengan Rusia.

"President sangat ingin bangun tol ways (tol laut) ke seluruh wilayah di Indonesia. Kita ekspor kemungkinan ini, termasuk juga rencana pembangunan jalan kereta api, dari Kalteng ke Kaltim yang selama ini mandeg," jelas Rizal Ramli.

Pada kesempatan yang sama, Galuzin menyampaikan, perusahaan-perusahaan Rusia mampu mendorong konsep maritim yang diusung oleh pemerintah Indonesia. Rusia juga bisa membantu memasok kebutuhan energi untuk Indonesia. Seperti minyak dan gas, serta nuklir.

"Banyak potensi yang yang bisa dikerjasamakan antar kedua negara, untuk mendorong kekuatan maritim melalui modernisasi dan pembangunan infrastruktur di Indonesia. Perusahaan kita bisa terlibat‎ untuk industri perkapalan, perikanan, ekspor minyak dan gas dari Rusia dan soal energi nuklir," ungkap Galuzin.

Rusia juga memliki jumlah penduduk yang banyak. Besar sekali peluang untuk mendorong penduduk Rusia untuk datang berwisata ke Indonesia.

"Kita akan mendorong orang Rusia datang ke sini, termasuk juga orang Indonesia bisa ke Rusia. Banyak kemungkinan yang bisa dikerjasamakan," tukasnya.

(mkl/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads