Pemerintah wajib punya cadangan beras untuk memenuhi kebutuhan saat keadaan darurat, rawan bencana, hingga pasca bencana. Selain itu, CBP dipakai untuk stabilisasi harga melalui operasi pasar, dan sebagai cadangan beras di luar bantuan sosial sesuai kepentingan pemerintah.
Perum Bulog menyatakan, cadangan beras pemerintah terus turun sejak 2010.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Djarot menjelaskan, stok CBP yang minus di tahun ini sebetulnya bisa ditangani, dengan adanya alokasi dana PMN (penyertaan modal negara), namun belum dapat digunakan. "Sebetulnya ada dana PMN, tapi itu belum dapat kami gunakan," tambahnya.
Bulog sebetulnya punya stok saat ini mencapai 1,7 juta ton tapi kenapa CBP bisa minus?
"Sumber anggarannya terpisah antara CBP dengan stok penyerapan Bulog yang sudah mencapai 1,7 juta, itu berbeda," terang Djarot.
Selain itu, Djarot menyampaikan, stok minus tahun ini karena sudah digunakan sebagai stok operasional Bulog untuk keperluan CBP, sambil menunggu tambahan CBP dari APBN-P 2015.
(dnl/dnl)











































