Direktur Jenderal Perhubungan Udara (Dirjen Hubud) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Agus Santoso mengatakan, dengan adanya dekrit Jakarta Metropolitan Area maka dimungkinkan ada bandara baru selain Soekarno-Hatta.
"Konsep ini adalah konsep multiple ecosystem, jadi persyaratan pulau Jawa membangun bandara baru itu jaraknya 200 km dengan bandara lama itu tidak berlaku dalam dekrit ini. Tapi sedekat apa pun bandara lama dengan bandara baru, untuk izin mendirikan bandar udara ditetapkan menteri perhubungan," kata Agus, saat jumpa pers di kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (17/9/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pemrakarsa bandara ini adalah PT Maja Raya Indah Semesta (MRIS). Kriteria ini adalah pengembangan wilayah (kesesuaian dengan RT/RW di sekitar wilayah lokasi). Di sini,bandara harus mendapatkan persetujuan pemerintah Banten karena Lebak sebelumnya tidak diperuntukkan untuk bandar udara," jelasnya.
Menurutnya, hal-hal seperti ini yang harus disesuaikan terlebih dahulu, harus sesuai dengan tata bandar udara nasional. Kriteria kedua, kata dia, ekonomi dan finansial.
"Yaitu kemampuan pemrakarsa operasikan bandar udara. Ketiga, teknis bandar udara, apakah topografinya berbukit atau berkabut," jelasnya.
Berikutnya, lingkungan alam, seperti dampak terhadap flora fauna. Apakah itu bekas hutan, tempat migrasi hewan danl lain sebagainya.
"Kemudian, kelima, sosial. Bagaimana mengenai kependudukan dan memindahkan kependudukan. Dan yang keenam adalah angkutan kendaraan. Angkutan udara bagaimana prospek pengembangan transportasi dan industri," ungkapnya.
Sementara yang ketujuh yang jadi persoalan adalah, kriteria operasional. Secara operasional, bandara baru tidak boleh menganggu operasional yang sudah ada.
"Bandara baru dekat Bandara Curug yang merupakan bandara untuk pelatihan pilot. Jadi, operasional tidak boleh menyentuh dan menganggu Curug dan tidak boleh manuvering area Soekarno-Hatta, yakni wilayah yang menuju runway 3. Kami selalu mengadakan rapat berkala dengan PT Maja," jelasnya.
Tahun lalu, Bos Lion Group Rusdi Kirana mengaku sudah bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) atas rencana pembangunan bandara yang luasnya dua kali lipat Soekarno-Hatta tersebut.
Bahkan Rusdi mengaku sudah mendapatkan izin prinsip dari Ditjen Hubud Kemenhub untuk membangun bandara di Lebak itu. Tanah seluas 4.000 hektar saat ini sedang dalam proses akuisisi. Namun, Rusdi tak menyebutkan lokasi detil bandara tersebut serta berapa nilai investasinya.
(ang/dnl)










































