Pertemuan dengan para calon investor peternakan sapi ini, untuk membahas masalah-masalah dan hambatan yang dihadapi, misalnya soal lahan. Pihaknya siap membantu segala permasalahan agar pembangunan peternakan sapi bisa terealisasi.
"Kami ingin mengetahui dari calon-calon investor ini apa sih masalahnya. Misalnya tanah, apa kendalanya akan kami bantu. Besok (17 September 2015) kami diskusikan," kata Amran, usai rapat koordinasi di kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Kamis (16/9/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Investasi, Syukur Iwantoro mengungkapkan, investor asal Brasil saat ini tengah membangun peternakan sapi seluas 3.000 hektar di Pulau Sumba bagian timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Ditargetkan, pembangunan infrastrukturnya selesai Desember tahun ini. Untuk tahap awal, peternakan ini akan mengembangbiakan 3.000 ekor sapi indukan.
"Di Sumba Timur ada 3.000 ha sedang dibangun (peternakan), investornya dari Brasil. Sekarang lagi proses pembangunan infrastruktur. Kapasitasnya baru tahap awal, kira-kira 3.000 ekor. Desember ini bisa diresmikan. Sebagian sapi indukannya dari Australia, tapi investornya dari Brasil," kata Syukur.
Selain investor asal Brasil tersebut, sambung Amran, beberapa perusahaan asal Australia juga sudah menandatangani komitmen investasi di Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) untuk membangun peternakan sapi.
Izin prinsip untuk investor asal Australia sudah diberikan, kini sedang dicarikan lahan di Sulawesi. "Beberapa perusahaan Australia sudah tanda tangan ke BKPM. Izin prinsipnya keluar. Lahannya dicari di Sulawesi. Lagi dibahas juga izin-izinnya dengan kementerian terkait," dia menuturkan.
Tak hanya di Sulawesi, investor asal negeri kanguru juga berminat membangun peternakan sapi yang terintegrasi dengan perkebunan sawit (integrasi sapi-sawit) di Lampung. "Di Lampung, juga investor dari Australia, mau integrasi sapi-sawit," ucapnya.
Pihaknya berupaya mempercepat realisasi investasi-investasi tersebut melalui kelompok Upaya Khusus (Upsus) percepatan investasi peternakan sapi dengan BKPM agar Indonesia bisa swasembada daging sapi. "Kami dengan BKPM ada kelompok Upsus percepatan investasi peternakan sapi. Kami upayakan percepat proses izin-izinnya," tandasnya.
(dnl/dnl)











































