Dalam 6 Bulan, Perum Bulog Raup Laba Rp 889 Miliar

Dalam 6 Bulan, Perum Bulog Raup Laba Rp 889 Miliar

Lani Pujiastuti - detikFinance
Kamis, 17 Sep 2015 15:58 WIB
Dalam 6 Bulan, Perum Bulog Raup Laba Rp 889 Miliar
Jakarta - Perum Bulog mencatatkan laba bersih konsolidasi pada semester I-2015 sebesar Rp 889,62 miliar. Laba ini mengalami kenaikan 84% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya Rp 483,25 miliar.

Hal ini disampaikan Direktur Utama Perum Bulog Djarot Kusumayakti, saat menyampaikan hasil kinerja 2015 dalam rapat dengan Komisi IV DPR-RI di Gedung DPR, Senayan, Kamis (17/9/2015).

Djarot menjelaskan, kenaikan laba tersebut disebabkan oleh beberapa faktor khususnya efisiensi anggaran. "Jadi sebenarnya laba bisa naik itu, pertama ada efisiensi di beberapa kegiatan. Kedua, ada efisiensi pada biaya bunga. Ini mengatur bagaimana uang nggak banyak nganggur supaya biaya bunganya nggak besar. Itu aja," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengatakan, selain dua faktor di atas, peningkatan laba ini hasil dari perbaikan pos—pos anggaran serta mengurangi kegiatan yang menyebabkan Perum Bulog tidak efisien.

"Ini kan sesuatu yang kasat mata. Ada uang di mana—mana kita potong—potong, kita efisienkan. Kemudian ada nggak kegiatan yang inefisien kita kurang—kurangi," jelas Djarot.

Seperti diketahui, Perum Bulog tahun ini mendapat bermacam penugasan oleh pemerintah diantaranya stabilisasi harga beras, cabai, bawang hingga daging sapi. Selain penugasan pemerintah, Bulog juga menjalankan bisnis komersial seperti perdagangan ikan.

Apakah catatan laba disumbang oleh penjualan dari penugasan bahan pangan pokok tersebut?

"Ada tapi ngga banyak. Cabai bawang itu kecil sekali untungnya. Ada yang untung ada yang rugi. Sebelum Lebaran beli cabai apa nggak rugi itu. Pas Lebaran nggak ada orang belanja," kata Djarot.

(hen/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads