Hal ini disampaikan Direktur Utama Perum Bulog Djarot Kusumayakti, saat menyampaikan hasil kinerja 2015 dalam rapat dengan Komisi IV DPR-RI di Gedung DPR, Senayan, Kamis (17/9/2015).
Djarot menjelaskan, kenaikan laba tersebut disebabkan oleh beberapa faktor khususnya efisiensi anggaran. "Jadi sebenarnya laba bisa naik itu, pertama ada efisiensi di beberapa kegiatan. Kedua, ada efisiensi pada biaya bunga. Ini mengatur bagaimana uang nggak banyak nganggur supaya biaya bunganya nggak besar. Itu aja," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini kan sesuatu yang kasat mata. Ada uang di mana—mana kita potong—potong, kita efisienkan. Kemudian ada nggak kegiatan yang inefisien kita kurang—kurangi," jelas Djarot.
Seperti diketahui, Perum Bulog tahun ini mendapat bermacam penugasan oleh pemerintah diantaranya stabilisasi harga beras, cabai, bawang hingga daging sapi. Selain penugasan pemerintah, Bulog juga menjalankan bisnis komersial seperti perdagangan ikan.
Apakah catatan laba disumbang oleh penjualan dari penugasan bahan pangan pokok tersebut?
"Ada tapi ngga banyak. Cabai bawang itu kecil sekali untungnya. Ada yang untung ada yang rugi. Sebelum Lebaran beli cabai apa nggak rugi itu. Pas Lebaran nggak ada orang belanja," kata Djarot.
(hen/hen)











































