"Jadi ini penerbangan charter berjadwal setiap harinya ada satu kali penerbangan," ujar VP Corporate Communication Citilink, Benny S. Butarbutar di sela penerbangan ke Timor Leste, Kamis (17/9/2015).
Benny mengatakan, rute Denpasar-Dili dipilih lantaran ada peluang usaha yang bagus. Kerja sama dengan Air Timor ini berlangsung dua tahun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rute penerbangan Denpasar-Dili akan menjadi batu loncatan untuk anak perusahan PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) ini ke luar negeri. Jika ke depan peluang bagus mereka akan membuka rute penerbangan regional lainnya, antara lain Asia dan Australia.
"Tidak menutup kemungkinan nanti akan ditingkatkan menjadi full charter. Sejauh ini kita menggunakan satu pesawat dan satu cadangan. Ke depan kita lihat pasar di Dili ini, jika terus berkembang tidak menutup kemungkinan kita akan ke buka rute ke Australia dengan melakukan riset pasar sebelumnya," papar Benny.
Secara terpisah Deputy COO Air Timor Andisuari Dewi mengatakan, kerja sama ini menguntungkan kedua belah pihak.
"Sejauh ini memang Timor Leste belum masuk dalam ICAO (International Civil Aviation Organization), sehingga kita mengajukan kerja sama dengan Citilink," ujar Andiswari.
Andisuari mengatakan pemerintahan Timor Leste tengah mengembangkan potensi wisata. Harapannya tentu masuknya penerbangan international ke negara itu dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
"Sejauh ini memang pasar untuk dari Bali ke Timor Leste masih rendah, akan tetapi permintaan dari Dili ke Denpasar justru sangat tinggi, mayoritas mereka yang berpergian merupakan pebisnis atau orang-orang pemerintahan," tandasnya.
(edo/ang)











































