Menkop: Tak Ada Demo Buruh Bila Perusahaan Punya Koperasi

Menkop: Tak Ada Demo Buruh Bila Perusahaan Punya Koperasi

Enggran Eko Budianto - detikFinance
Jumat, 18 Sep 2015 14:52 WIB
Menkop: Tak Ada Demo Buruh Bila Perusahaan Punya Koperasi
Foto: Menkop UKM di Mojokerto
Mojokerto - Demo buruh yang menuntut kenaikan upah selalu terjadi setiap tahun. Menteri Koperasi dan UKM, AAGN Puspayoga memiliki solusi yang diklaim jitu. Dia menjamin, buruh tak akan lagi berunjuk rasa bila setiap perusahaan memiliki koperasi karyawan.

"Saya mengimbau agar perusahaan-perusahaan besar mempunyai koperasi karyawan. Kalau pabrik besar-besar itu karyawannya mempunyai koperasi, saya yakin seyakin-yakinnya tidak akan ada demo buruh," kata Puspayoga, usai menandatangani monumen beroperasinya pabrik papan semen Gressboard milik Koperasi Warga Semen Gresik (KWSG) di Mojokerto, Jatim, Jumat (18/9/2015).

Solusi yang dia lontarkan itu bukan tanpa alasan. Mantan Wakil Gubernur Bali ini menjelaskan, apabila karyawan pabrik memiliki koperasi, maka secara otomatis kesejahteraan para buruh akan terdongkrak berkat pembagian sisa hasil usaha.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seperti yang dilakukan KWSG. Koperasi karyawan Semen Gresik itu mampu membuat berbagai unit usaha mulai catering, jasa even organizer, hingga pabrik gressboard. Selain itu, para pengurus koperasi di Indonesia juga bisa mengaca pada Koperasi Karyawan Telkomsel (KISEL). Koperasi ini memiliki 6 anak usaha dengan omset Rp 4,1 triliun.

"Di Indonesia banyak koperasi yang bagus, salah satunya semen gresik yang masuk 200 besar dunia. Tinggal Koperasi yang lain kalau ingin maju studi banding saja ke KWSG, KISEL, koperasi di Pekalongan," ujarnya.

Usai meninjau pabrik gressboard milik KWSG, Puspayoga meninjau penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) di kantor cabang pembantu BRI Mojosari dan Bank Mandiri Mojosari.

Sebagainana diketahui, tahun ini pemerintah menggenjot penyaluran KUR senilai Rp 30 triliun melalui Bank BRI, Bank Mandiri, dan BNI. Penyaluran kredit untuk usaha mikro dan ritel dengan suku bunga 12% itu ditargetkan rampung hingga akhir 2015.

(dnl/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads