Follow detikFinance
Jumat, 18 Sep 2015 15:02 WIB

Ini Penampakan Rel Kereta Pelabuhan Priok yang Masih Putus

Feby Dwi Sutianto - detikFinance
Jakarta - Proyek kereta api Pelabuhan Tanjung Priok sudah masuk dalam masterplan pengembangan rel kereta pelabuhan, antara PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan PT Pelindo II (Persero), yang telah memperoleh persetujuan Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Jalur rel yang akan dikembangkan ke dalam pelabuhan, adalah membentang dari Stasiun Pasoso (di luar pelabuhan) masuk ke dalam pelabuhan di Jakarta International Container Terminal (JICT), Tanjung Priok. Namun saat ini, dari Stasiun Pasoso ke lokasi JICT masih terputus terhalang pemukiman warga. Rencana lokasi bongkar muat kereta pelabuhan berada di sekitar kawasan Makam Mbah Priok di dalam pelabuhan.

Dari Stasiun Pasoso ke dalam terminal milik JICT, akan dibangun rel baru sepanjang 1,4 kilometer (km). Jalur ini akan ditarik dari rel lama (existing), melalui lahan warga yang saat ini masih dalam proses pembebasan kemudian masuk ke dalam Terminal Peti Kemas (TPK) atau dermaga milik JICT.




Selain rencana tambahan jalur baru ini, saat ini sudah ada jalur rel warisan peninggalan Belanda. Rel kereta 'mati' ini membentang dari Stasiun Pasoso menuju dermaga di Terminal 3, Pelabuhan Priok. Jalur ini melewati lokasi penumpukan peti kemas di terminal Tanjung Priok.

Rel kereta 'mati' ini lah yang kondisinya dibeton oleh Pelindo II untuk jalur truk kontainer. Menko Bidang Maritim Rizal Ramli pekan lalu, sempat membongkar beton tersebut, meski saat ini beton yang menutupi rel masih ada.

Dirut Pelindo II, RJ Lino, pernah mengatakan pihaknya sudah menyiapkan lahan 1 hektar lebih untuk tempat bongkar muat kontainer jalur kereta di pelabuhan Priok. Lokasi bongkar muat ini jauh di luar dermaga, sedangkan jalur lama yang relnya 'mati' masuk sampai dermaga.

Lino beralasan, rel kereta yang masuk dermaga tak akan efektif dalam menunjang transportasi barang pelabuhan, di negara lain lokasi bongkar muat kereta cukup berjarak dengan dermaga. Hal ini berbeda dengan pendapat Rizal Ramli, soal kereta harus masuk ke pelabuhan sampai dermaga seperti yang pernah terjadi di zaman Belanda.

(hen/dnl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed