Rombongan MPR yang diketuai Zulkifli Hasan bertemu dengan CPPCC (legislatif) Shanghai, China kemarin. Hal ini setelah rombongan mengunjungi perusahan dirgantara milik Tiongkok bernama Commercial Aircraft Corporation of China Ltd (COMAC).
Berbagai hal dibahas, seperti kemungkinan memperkuat jalinan kerjasama antara Indonesia dengan China.
"Hubungan Indonesia-Tiongkok (China) sudah berlangsung lama. Tahun 2013 Presiden Indonesia dan Presiden Tiongkok tandatangani MoU comprehensive, strategic dan partnership yang menandakan hubungan Indonesia-Tiongkok istimewa. Saya mulai 1984 sudah ke Tiongkok, Shanghai luar biasa kemajuannya sangat besar," ujar Ketua MPR Zulkifli Hasan kepada Ketua CPPCC Shanghai Wu Zhiming di Hotel Hengshan, 534 Hengshan Road, Shanghai, Tiongkok, Jumat (19/9/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kesempatan tersebut, Zulkifli juga menyampaikan kegagumannya terhadap perusahaan energi dan infrastruktur PowerChina dan COMAC.
Menurutnya, pembangunan pembangkit tenaga listrik air (PLTA) dan pembangkit tenaga listrik uap (PLTU) sudah sepatutnya dibangun di Indonesia lebih banyak lagi. Terbaru, PLTA yang sudah dibangun adalah Waduk Jatigede, Sumedang di Jawa Barat.
Selain itu, politisi PAN tersebut juga mengungkapkan kemungkinan kerjasama di bidang dirgantara dengan Tiongkok. Terlebih COMAC juga sebelumnya menyebut membuka peluang untuk kerjasama dengan PT Dirgantara Indonesia.
"Saya kira sebentar lagi Tiongkok akan menguasai industri dirgantara. Semalam juga saya nonton berita di Tiongkok sedang membangun angkatan laut, ada kapal induk dan kapal-kapal lain yang besar serta pesawat yang bisa langsung landing berhenti. Tiongkok sudah menguasai itu. Saya juga kagum sudah menguasai teknologi yang sangat maju," lanjutnya.
"Mudah-mudahan dengan kunjungan antar parlemen seperti ini bisa saling dekat dan pada akhirnya ada dukungan politik bagi kedua negara. Banyak sekali yang bisa kita kerjasamakan, seperti infrastruktur, power plant, kereta api dan angkutan udara," kata dia.
Mendengar itu, Wu sempat tersipu. Dia pun menginginkan agar kerjasama dengan Indonesia di berbagai bidang bisa lebih kuat lagi. Terlebih melihat kondisi Kota Shanghai yang kian maju dan modern dari waktu ke waktu.
"Shanghai salah satu provinsi dari 31 di Tiongkok. Shanghai termasuk yang paling kecil wilayahnya dengan populasi 24 juta orang. Sejak reformasi dan keterbukaan Tiongkok, Shanghai sudah mencapai pembangunan yang besar," terang Wu.
"Saya harap kerjasama ini bisa semakin kuat. Saya juga ingin mendorong pertukaran antara badan legislatif kedua negara," pungkasnya.
(aws/hen)











































