Ketua MPR Kumpul Bareng dengan Pengusaha RI di China

Laporan dari Shanghai

Ketua MPR Kumpul Bareng dengan Pengusaha RI di China

Ayunda Windyastuti Savitri - detikFinance
Minggu, 20 Sep 2015 20:45 WIB
Ketua MPR Kumpul Bareng dengan Pengusaha RI di China
Shanghai - Banyak pengusaha Indonesia yang sukses menjalankan bisnis di luar negeri termasuk di Tiongkok/China. Di China, ada Indonesia China Chamber of Commerce (Inacham) yaitu kamar dagang para pengusaha Indonesia di Negeri Tirai Bambu tersebut.

Rombongan MPR yang dipimpin oleh Zulkifli Hasan mendapat kesempatan berkenalan dengan para pengusaha Indonesia yang bernaung di Inacham. Rombongan MPR yang ikut dalam kunjungan ke China antara lain Ketua Fraksi Golkar MPR Rambe Kamarul Zaman, Ketua Fraksi PDIP MPR Achmad Basarah, Ketua Fraksi PKS MPR TB Soenmandjaja, Ketua Fraksi Hanura MPR Sarifuddin Sudding, Sekretaris Jenderal MPR Eddie Siregar dan Presdir Maspion Group Alim Markus.

"Inacham merupakan kamar dagang Indonesia yang pertama ada di luar Indonesia. Inacham diresmikan pada April 2015 oleh Bapak Dubes kami di Beijing (Soegeng Rahardjo)," ujar Presiden Inacham James Hartono dalam acara makan malam bersama rombongan MPR di Hotel Pudong Shari-La, 33 Fucheng Road, Shanghai, Minggu (20/9/2015)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Anggota dari Inacam merupakan para pengusaha-pengusaha Indonesia yang berada di China. Beberapa diantaranya, seperti Lippo Group, Bank Mandiri, Kalimantan Nest Trading dan lain sebagainya.

Tujuan dibentuknya kamar dagang seperti ini agar dapat mengharmonisasi dan meningkatkan kerjasama investasi antar pelaku usaha Indonesia dengan pemain bisnis lokal di China. Harapannya produk-produk Indonesia bisa semakin berkembang dan menembus pasar China atau dunia nantinya.

"Kami ingin memberikan sesuatu untuk Indonesia, apa yang Inacham bisa lakukan untuk negeri kami? Tujuan kami untuk memperkuat hubungan Tiongkok dan Indonesia, khususnya di bidang investasi dan trading. Bisa membantu para pengusaha Indonesia untuk ekspor lebih banyak lagi ke Tiongkok," kata James.

Menurut James, pasar China sangat besar, sehingga jadi kesempatan emas bagi perusahaan-perusahaan besar di Indonesia untuk menjalin kerjasama yang kuat agar dapat menguasai pasar.

"Kami melihat ini pasar yang besar dan potensional. Kami rindu lebih banyak produk Indonesia masuk ke Tiongkok. Tiongkok ini pasar terbesar di dunia. Kami mau membantu produk-produk Indonesia bisa beredar luas di dunia," tutup James diikuti riuh tepuk tangan para pengusaha Indonesia.

(aws/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads