Siang ini Presiden Jokowi meresmikan dimulainya proses pengeboran terowongan proyek Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta. Proyek MRT Jakarta butuh puluhan tahun untuk direalisasikan karena selalu ditunda-tunda oleh pengambil keputusan.
"Saya selalu sampaikan jangan menunda-nunda yang berkaitan dengan infrastruktur. Semakin kita tunda, semakin mahal harganya. Contohnya MRT, 26 tahun tidak diputus-putuskan. Kenapa? Yang dihitung-hitung untung ruginya. Sampai kapan pun pakai metode apapun pasti nggak akan ketemu untung. Ini kepentingan massal," tegas Jokowi saat memberi sambutan di lokasi pengeboran MRT, di Patung Pemuda, Senayan, Jakarta Selatan, Senin (21/9/2015)
Dalam acara itu hadir antara lain Dubes Jepang untuk Indonesia Tanizaki Yasuaki, Wagub DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat, dan termasuk jajaran direksi dan komisaris PT MRT Jakarta dan lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini keputusan politik. Kalau di-etang-etung (terus dihitung-hitung) ya tidak akan untung," katanya.
Pengeboran terowongan yang dimulai hari ini adalah MRT Jakarta fase I sepanjang 15,7 kilometer (km). Terowongan akan dibangun dari Patung Pemuda hingga Bundaran HI, hingga diteruskan pada fase II.
Lokasi pengeboran jalur kereta bawah tanah ini berada di Stasiun Bundaran Senayan, di bawah Patung Pemuda.
Mesin bor 'raksasa' bernama Tunnel Boring Machine (TBM) yang berdiameter 6,7 meter dan total panjang Β± 43 meter akan dioperasikan mulai hari ini, Senin (21/9/2015). Mesin TBM akan melubangi tanah di bawah Jalan Jenderal Sudirman sampai Jalan MH Thamrin, Jakarta.
(hen/rrd)










































