Kecepatan Bor MRT Lubangi 'Perut' Jakarta 8 Meter/Hari

Kecepatan Bor MRT Lubangi 'Perut' Jakarta 8 Meter/Hari

Ray Jordan - detikFinance
Senin, 21 Sep 2015 13:45 WIB
Kecepatan Bor MRT Lubangi Perut Jakarta 8 Meter/Hari
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Proses pengeboran terowongan bawah tanah Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta dimulai hari ini (21/9/2015). Kecepatan bor melubangi bawah tanah mencapai 8 meter per hari untuk jalur sepanjang 6,81 km atau 6.810 meter dari Patung Pemuda-Bundaran HI.

Bor MRT atau Tunnel boring machine (TBM) memiliki diameter 6,7 meter dan total panjang ± 43 meter. Bobot secara keseluruhan mesin ini, mulai dari bagian kepala (cutterhead) hingga bagian akhir (backup cars) mencapai ± 323 ton.

Mesin ini menggunakan teknologi Earth Pressure Balance (EPB) pertama di Indonesia yang diproduksi oleh perusahaan Jepang bernama JTSC (Japan Tunnel Systems Corporation).
Foto : Agung Pambudhy


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nantinya, TBM ini akan mampu melakukan pengeboran terowongan jalur bawah tanah MRT dengan kecepatan ± 8 meter per hari. Terowongan yang akan dihasilkan dari pengeboran tersebut memiliki lebar 6,05 meter.

"Ada 4 buah bor bawah tanah, TBM akan digunakan konstruksi bawah tanah. Pertama dan kedua ada di Patung Pemuda. Namanya Antareja pemberian dari presiden," kata Dirut MRT Jakarta Dono Boestami di lokasi pengeboran, di Patung Pemuda, Senayan Senin (21/9/2015).

Dengan mesin TBM ini, masa pengerjaan konstruksi jalur terowongan bawah tanah MRT diperkirakan akan berlangsung mulai September 2015 hingga Desember 2016.

"Mesin ini bekerja terus sepanjang hari, 7 hari seminggu tanpa henti. Mesin ini tidak menggangu permukaan tanah dan tidak berisik," kata Dono.

MRT Jakarta akan membentang kurang lebih ±110.8 km, yang terdiri dari Koridor Selatan – Utara (Koridor Lebak Bulus - Kampung Bandan) sepanjang kurang lebih ±23.8 km dan Koridor Timur – Barat sepanjang kurang lebih ±87 km.

Pembangunan koridor Selatan - Utara dari Lebak Bulus – Kampung Bandan dilakukan dalam 2 tahap:

Tahap I yang akan dibangun terlebih dahulu menghubungkan Lebak Bulus sampai dengan Bundaran HI sepanjang 15,7 km dengan 13 stasiun (7 stasiun layang dan 6 stasiun bawah tanah) ditargetkan mulai beroperasi pada 2018. Panjang terowongan bawah tanah MRT

Tahap II akan melanjutkan jalur Selatan-Utara dari Bundaran HI ke Kampung Bandan sepanjang 8,1 Km yang akan mulai dibangun sebelum tahap I beroperasi dan ditargetkan beroperasi 2020. Studi kelayakan untuk tahap ini sudah selesai.

Koridor Timur - Barat saat ini sedang dalam tahap studi kelayakan. Koridor ini ditargetkan paling lambat beroperasi pada 2024 - 2027.

(hen/rrd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads