Ada 7 'Begal' di Bisnis Garam, Ini Kata Mendag

Ada 7 'Begal' di Bisnis Garam, Ini Kata Mendag

Michael Agustinus - detikFinance
Senin, 21 Sep 2015 14:16 WIB
Ada 7 Begal di Bisnis Garam, Ini Kata Mendag
Jakarta -

Hasil rapat terkait masalah garam di Kantor Kemenko Maritim dan Sumber Daya, terungkap ada 7 'begal' garam yang memainkan harga garam di dalam negeri. Namun Menteri Perdagangan (Mendag) Thomas Lembong belum mau mengungkapkan siapa para 'begal' tersebut.

"Nanti ya, nanti," kata Lembong ketika tanya para wartawan usai mengikuti rapat di Kantor Kemenko Maritim dan Sumber Daya, Gedung BPPT, Thamrin, Jakarta, Senin (21/9/2015).

Lembong memang terkenal enggan menjawab pertanyaan wartawan ketika di doorstop. Doorstop adalah istilah wawancara 'cegat pintu'. Sejak dilantik 12 Agustus lalu hingga sampai saat ini Lembong tidak akan meladeni pertanyaan wartawan yang men-doorstopnya. Ia hanya menjawab pertanyaan ketika sesi konferensi pers.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya jangan di -doorstop," kata Lembong yang kemudian berlalu meninggalkan Kantor Kemenko Maritim.

Terkait masalah impor garam, Kementerian Perdagangan menjadi pihak yang paling disorot. Salah satunya oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Susi bahkan meminta langsung kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar dalam penentuan impor garam Kemendag juga melibatkan kementeriannya.

Ia juga meminta Kemendag tegas dalam menegakkan regulasi, bahwa impor garam dilarang sebulan sebelum dan dua bulan sesudah petani panen garam.

Susi juga meminta Kemendang mewajibkan importir garam untuk menyerap garam petani sebanyak kuota impor yang diberikan.

Seperti diketahui juga, hasil rapat antara Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Mendag Thomas Lembong, dan Menteri Perindustrian Saleh Husin yang dipimpin Menko Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli menyimpulkan bahwa ada kartel impor garam yang timbul akibat penggunaan sistem kuota.

(rrd/rrd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads