Pertama, JK menjelaskan dari total penduduk tersebut sebagian besarnya adalah berusia produktif. Bagi kalangan dunia usaha, hal ini menjadi penting untuk menanamkan investasinya di sebuah negara. Bila investasi meningkat, maka ekonomi negara juga akan terus tumbuh.
Sedangkan yang kedua, penduduk yang banyak juga merupakan konsumen yang besar. Negara tidak perlu terpaku pada ekspor, sebab bisa memanfaatkan konsumsi di dalam negeri. Pemerintah hanya perlu menjaga kemampuan daya beli dari penduduk tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Maka dari itu, pemerintah sangat fokus dalam pembangunan manusia. Berbagai kebijakan disiapkan agar bonus demografi tidak hanya menjadi sia-sia.
"Memang ini tergantung dari kebijakan dan membuat ini menjadi sebagai keuntungan," imbuhnya.
Pada sisi lain, masyarakat Indonesia juga sudah cerdas dalam mengendalikan penambahan dari anggota keluarganya. Sedikit anak seolah menjadi tren tersendiri. Sehingga sudah jarang sekali ditemukan keluarga dengan 10 anak.
"Banyak anak banyak rejeki itu juga jangan disalahkan, tapi menjaga keseimbangan. Tapi sekarang anak 10 itu tidak mudah. Ada harmonisasi antara jumlah pendidikan, lahan yang melahirkan keseimbangan. Afek agama, kebudayaan, kesehatan, dan ekonomi juga sudah tertanam dan penduduk pun terkendalikan," kata JK.
(mkl/rrd)











































