JK: 250 Juta Penduduk RI Bukan Beban Tapi Daya Tarik Dunia

JK: 250 Juta Penduduk RI Bukan Beban Tapi Daya Tarik Dunia

Maikel Jefriando - detikFinance
Senin, 21 Sep 2015 14:30 WIB
JK: 250 Juta Penduduk RI Bukan Beban Tapi Daya Tarik Dunia
Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyebut jumlah penduduk Indonesia yang mencapai sekitar 250 juta orang bukanlah menjadi beban bagi negara. Ada sesuatu yang spesial dalam data tersebut, atau dikatakan sebagai bonus demografi hingga akhirnya menjadi daya tarik bagi banyak negara di dunia.

Pertama, JK menjelaskan dari total penduduk tersebut sebagian besarnya adalah berusia produktif. Bagi kalangan dunia usaha, hal ini menjadi penting untuk menanamkan investasinya di sebuah negara. Bila investasi meningkat, maka ekonomi negara juga akan terus tumbuh.

Sedangkan yang kedua, penduduk yang banyak juga merupakan konsumen yang besar. Negara tidak perlu terpaku pada ekspor, sebab bisa memanfaatkan konsumsi di dalam negeri. Pemerintah hanya perlu menjaga kemampuan daya beli dari penduduk tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jumlah 250 juta itu bukan beban. Karena ada produktivitas SDM dan konsumen besar yang efeknya besar untuk perekonomian. Dua hal itu sebenarnya yang menjadi daya tarik dunia," ungkap Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) dalam seminar tingkat tinggi tentang isu kependudukan dan pembangunan di Indonesia, di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (21/9/2015)

Maka dari itu, pemerintah sangat fokus dalam pembangunan manusia. Berbagai kebijakan disiapkan agar bonus demografi tidak hanya menjadi sia-sia.

"Memang ini tergantung dari kebijakan dan membuat ini menjadi sebagai keuntungan," imbuhnya.

Pada sisi lain, masyarakat Indonesia juga sudah cerdas dalam mengendalikan penambahan dari anggota keluarganya. Sedikit anak seolah menjadi tren tersendiri. Sehingga sudah jarang sekali ditemukan keluarga dengan 10 anak.

"Banyak anak banyak rejeki itu juga jangan disalahkan, tapi menjaga keseimbangan. Tapi sekarang anak 10 itu tidak mudah. Ada harmonisasi antara jumlah pendidikan, lahan yang melahirkan keseimbangan. Afek agama, kebudayaan, kesehatan, dan ekonomi juga sudah tertanam dan penduduk pun terkendalikan," kata JK.

(mkl/rrd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads