Keputusan ini diambil Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) setelah tadi pagi mengumpulkanโ beberapa menteri terkait di kediamannya, yaitu Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Perdagangan Thomas Lembong, dan Direktur Utama Bulog Djarot Kusumayakti.
"Banyak hal yang dibahas (tadi pagi). Bagaimana kita mengantisipasi El Nino, bagaimana penyediaan pangan, dan termasuk kemungkinan menambah stok beras dari luar. Itu harus dilaksanakan semua," ungkap JK di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (21/9/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk beras seluruh penduduk itu 2,5 juta ton sampai 3 juta ton. Stok bulog hanya kira-kira 1,5 juta ton juga bisa sampai akhir tahu hanya untuk rasta," jelasnya.
Bila pasokan beras tidak tercukupi di dalam negeri, maka akan menyebabkan lonjakan harga di pasar. Masyarakat kemudian yang akan menjadi korbannya.
"Ini kan masalahnya kekeringan. Ya kita tidak ingin mengorbankan masyarakat dengan berpegang pada perkiraan yang bisa salah. Karena itulah maka kita buka kemungkinan impor secepatnya. Kita akan melihat itu sebagai kemungkinan, harus buka," pungkasnya.
(mkl/rrd)











































