Perlambatan ekonomi di Indonesia masih berlangsung karena imbas perekonomian global yang juga melambat. Belanja pemerintah belum agresif, sehingga pertumbuhan ekonomi di kuartal II-2015 hanya 4,67%.
"Perekonomian domestik, Indonesia pertumbuhan kemarin masih melambat 4,67%, di kuartal ketiga ini diperkirakan 4,8-4,9% dengan dukungan belanja pemerintah," ujar Ekonom Senior Bank Mandiri, Andry Asmoro, saat Paparan Makroekonomi Outlook Mandiri Grup Triwulan III-2015, di Ruang Auditorium, Plaza Mandiri, Jakarta, Senin (21/9/2015).
Dia menyebutkan, pertumbuhan ekonomi di kuartal III-2015 akan bergerak lebih tinggi di kisaran 4,8-4,9%. Secara tahunan, perekonomian Indonesia akan tumbuh di level 4,8% tahun ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Asmo mengatakan, Indonesia perlu mendorong revitalisasi industri. Indonesia sudah sejak lama meninggalkan sektor industri. Anjloknya harga komoditas saat ini bisa dijadikan momentum revitalisasi industri.
"Pertumbuhan sulit dalam kondisi sekarang. Domestiknya masalah, dulu didorong konsumsi masyarakat karena ada booming komoditi, terus investasi tapi sekarang turun, jadi kondisi nggak mudah buat Indonesia," katanya.
Di sisi lain, Asmo menyebutkan, harusnya dengan pertumbuhan ekonomi bisa mendorong terciptanya banyak lapangan kerja.
"Sekarang setiap pertumbuhan 1% ekonomi hanya bisa menyerap 200-250 ribu tenaga kerja, dulu di atas 500 ribu, jadi perlu mendorong industri pengolahan. Jadi kita harus sangat jeli, reindustrialisasi harus digerakkan," tandasnya.
(drk/dnl)










































