JK Putuskan Impor Beras, Ini Tanggapan Mentan Amran

JK Putuskan Impor Beras, Ini Tanggapan Mentan Amran

Lani Pujiastuti - detikFinance
Senin, 21 Sep 2015 18:10 WIB
JK Putuskan Impor Beras, Ini Tanggapan Mentan Amran
Jakarta - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman masih optimistis stok beras Bulog cukup. Sehingga langkah impor belum perlu dilakukan.

Di sisi lain, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) sudah mengambil keputusan untuk segera ada impor beras untuk mengamankan stok dan harga beras di dalam negeri.

"Saya kan di sini posisinya sebagai produsen, yang domainnya produksi (beras). Dan stok Bulog saat ini 1,7 juta ton, stok ini sama dengan stok bulan yang sama di tahun lalu. Pemerintah Jokowi kan satu tahun kurang tiga minggu belum ada impor," kata Amran ditemui di Kantor Menko Bidang Ekonomi, Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (21/9/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan stok di Bulog tersebut, pihaknya menjamin pasokan beras masih aman hingga setidaknya 6 bulan mendatang. Selain itu, Kementan juga selalu memantau pasokan beras per bulan yang masuk ke Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC).

"Di Pasar Induk Cipinang itu patokan kita. Rata-rata yang masuk 43-50 ribu per bulan. Soal ini (impor), kita lihat kondisinya. Di 1998 kita impor 1,7 juta ton beras, stok ini pastinya tanya ke Bulog. Kita pantau setiap hari perkembangannya," tutur Amran.

Menurutnya, impor baru bisa dilakukan jika stok beras yang dimiliki Bulog benar-benar defisit akibat kemarau panjang sepanjang tahun ini. "Memang harus diakui ada El Nino. El Nino ini bahkan lebih kuat daripada El Nino tahun 1998, kita pantau dulu," tutupnya.

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) tadi pagi mengumpulkan‎ beberapa menteri terkait di kediamannya, yaitu Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Perdagangan Thomas Lembong, dan Direktur Utama Bulog Djarot Kusumayakti. Salah satu keputusannya adalah soal rencana impor beras untuk menjaga stok beras Bulog yang hanya 1,5 juta ton dari angka ideal seharusnya 2,5-3 juta ton.

"Ini kan masalahnya kekeringan. Ya kita tidak ingin mengorbankan masyarakat dengan berpegang pada perkiraan yang bisa salah. Karena itulah maka kita buka kemungkinan impor secepatnya. Kita akan melihat itu sebagai kemungkinan, harus buka," kata JK.

(hen/hen)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads