Bos Bulog: Stok Beras di Gudang 1,7 Juta Ton

Bos Bulog: Stok Beras di Gudang 1,7 Juta Ton

Dana Aditiasari - detikFinance
Senin, 21 Sep 2015 20:05 WIB
Bos Bulog: Stok Beras di Gudang 1,7 Juta Ton
Jakarta - Perum Bulog mengungkapkan stok beras di gudang-gudang Bulog saat ini mencapai 1,7 juta ton. Stok ini bakal makin tipis di akhir tahun setelah dipakai untuk distribusi raskin hingga kebutuhan lainnya.

"Sekarang ini stok 1,7 juta ton. Tapi kan dengan kondisi kekeringan seperti ini kalau kita hitung kondisi terus menyusut, tentu di akhir tahun akan tipis sekali," kata Direktur Utama Perum Bulog Djarot Kusumayakti di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (21/9/2015).

Djarot mengatakan pemerintah memang memperhitungkan dampak terburuk kekeringan ekstrem akibat El Nino. Sehingga kondisi ini memunculkan gagasan dari Wapres Jusuf Kalla (JK) soal rencana impor beras.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mungkin ini (keputusan) diambil supaya masyarakat nggak was-was kekeringan nggak ada beras. Ini untuk memberi ketenangan saja, mungkin itu pertimbangannya Pak Wapres," kata Djarot.

Hari ini, Wapres JK menyampaikan, stok Bulog sekarang hanya sebesar 1,5 juta ton. Itu pun akan dioptimalkan untuk beras untuk keluarga sejahtera (rasta) atau yang sebelumnya disebut raskin. Sementara stok ideal di gudang Bulog mencapai 2,5 juta-3 juta ton.

"Untuk beras seluruh penduduk itu 2,5 juta ton sampai 3 juta ton. Stok bulog hanya kira-kira 1,5 juta ton juga bisa sampai akhir tahu hanya untuk rasta," jelasnya.

JK sempat mengatakan soal rencana impor beras untuk menjaga stok beras Bulog yang hanya 1,5 juta ton dari angka ideal seharusnya 2,5-3 juta ton.

"Ini kan masalahnya kekeringan. Ya kita tidak ingin mengorbankan masyarakat dengan berpegang pada perkiraan yang bisa salah. Karena itulah maka kita buka kemungkinan impor secepatnya. Kita akan melihat itu sebagai kemungkinan, harus buka," kata JK di Hotel Borobudur.

(dna/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads