Pemerintah Turunkan Target Pertumbuhan Ekonomi 2016 Jadi 5,3%

Pemerintah Turunkan Target Pertumbuhan Ekonomi 2016 Jadi 5,3%

Maikel Jefriando - detikFinance
Senin, 21 Sep 2015 21:57 WIB
Pemerintah Turunkan Target Pertumbuhan Ekonomi 2016 Jadi 5,3%
Jakarta -

Pemerintah melalui Kementerian Keuangan dalam rapat Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2016 dengan Komisi XI DPR, menurunkan target pertumbuhan ekonomi dari 5,5% menjadi 5,3% di 2016.

"Dalam menyusun asumsi ini, poin utama adalah realistis dan tanpa meninggalkan optimisme. Kita melihat dalam kondisi global yang semakin tidak pasti, pergerakan ini cukup besar, seperti kurs di Rp 13.400, kemudian terjadi depresiasi ketika Tiongkok devaluasi (melemahkan) Yuan," kata Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro, dalam rapat kerja membahas asumsi makro Rancangan APBN 2016 dengan Komisi XI DPR, Senin (21/9/2015).

Bambang mengatakan, berdasarkan pertimbangan tersebut, maka pemerintah memperkirakan pada 2016 inflasi mencapai 4,7%, Surat Perbendaharaan Negara (SPN) 3 bulan 5,5%, sedangkan pertumbuhan ekonomi direvisi dari sebelumnya dalam nota keuangan 5,5% diturunkan jadi 5,3%.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Target inflasi 4,7% melihat kondisi bahwa depresiasi tetap berdampak ke inflasi, namun tetap berupaya untuk menjaga volume food (konsumsi). SPN 3 bulan 5,5% masih tinggi dari inflasi," kata Bambang.

Ia menjelaskan, diturunkannya target pertumbuhan ekonomi tahun depan jadi 5,3% didasarkan proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia dari International Monetary Fund (IMF) hanya 3,8%. Selain itu, perlambatan ekonomi alami dari Tiongkok yang mengalami perlambatan dari 6,8% tahun ini menjadi 6,3% pada 2016.

"Dengan melihat itu, konsumsi juga tetap pada 5%, dan belanja pemerintah masih menjadi andalan bersama dengan investasi, karena sudah ada berbagai deregulasi dan debirokratisasi. Maka itu kami mengusulkan pertumbuhan ekonomi ada di 5,3%. Di satu sis lebih realistis tanpa meninggalkan optimisme," terangnya.

Di tempat yang sama, Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo mengatakan, Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi di 2016 berada di sekitar 5,2% sampai 5,6%.

"Terkait dengan pertumbuhan ekonomi, saat yang lalu diputuskan antara 5,5%-6%. Kemudian diajukan 5,5%, sekarang kami perkirakan 5,2%-5,6%. Jadi dengan poin 5,3%, kami nyaman karena dalam range yang diperkirakan," ucap Agus.

(rrd/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads